Pendaftar Kartu Prakerja Hampir 6 Juta Orang, Sudah Lampaui Kuota

"Paling banyak berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten dan daerah lain terdampak Covid-19."

BERITA | NASIONAL

Kamis, 16 Apr 2020 19:29 WIB

Author

Adi Ahdiat, Valda Kustarini

Pendaftar Kartu Prakerja Hampir 6 Juta Orang, Sudah Lampaui Kuota

Seorang pemuda di Kampung Pasir Babakan, Lebak, Banten, mendaftar Kartu Prakerja lewat laptop, Selasa (14/4/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Program Kartu Prakerja disediakan untuk 5,6 juta orang penerima. Namun, sekarang jumlah pendaftarnya sudah melebihi kuota.

Menurut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, sejak pendaftaran dibuka pada Sabtu (11/4/2020) sampai Kamis (16/4/2020) sudah ada sekitar 5,96 juta orang yang mendaftar.

Dalam keterangan tertulis yang dilansir Antara, Kamis (16/4/2020), Menko Airlangga menjelaskan para pendaftar itu berusia 18-35 tahun, berasal dari Aceh hingga Papua Barat.

"Dari daerah tersebut, paling banyak berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten, dan daerah lain terdampak Covid-19 yang menyisakan pekerja yang kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), atau pekerja yang dirumahkan, atau UMKM yang mengalami kesulitan usaha," jelasnya. 


Baru Sekitar 2,78 Juta Orang yang Lolos

Dari seluruh pendaftar, warga yang sudah terverifikasi, lolos proses pengacakan sistem, dan berhasil bergabung sebagai peserta gelombang pertama Kartu Prakerja baru sekitar 2,78 juta orang.

Pemerintah pun menutup pendaftaran gelombang pertama Kartu Prakerja pada Kamis (16/4/2020) pukul 16.00 WIB. Jadwal pembukaan pendaftaran gelombang selanjutnya belum diumumkan.


Baru 200 Ribu Orang yang Akan Dapat Kartu dan Terima Bantuan

Dari sekitar 2,78 juta pendaftar yang sudah bergabung di program Kartu Prakerja, baru ada 200 ribu orang yang sudah mengikuti pelatihan kerja tahap pertama.

"Sesudah mengikuti pelatihan maka minggu depan sudah ada peserta Kartu Prakerja yang mendapatkan batch pelatihan sebesar Rp600ribu," kata Menko Airlangga.

"Berikutnya akan ada juga evaluasi dalam bentuk survei, yang setiap survei akan diberikan Rp50 ribu, dan sesudah menerima (bantuan pelatihan) yang pertama sebanyak Rp600ribu, maka ini akan terus diberikan satu bulan berikutnya selama 4 bulan," katanya lagi.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Jepang Cabut Status Darurat Covid-19

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabr Baru Jam 18

Persiapan Pemerintah Hadapi New Normal