Soal Novel Baswedan, KPK: Jangan Tarik Kami ke Politik Praktis

"Yang harus kita ingat, sebenarnya sekarang adalah sudah lebih dua tahun penyerang Novel belum ditemukan. Ini lebih penting..."

BERITA , NASIONAL

Senin, 01 Apr 2019 23:35 WIB

Author

Muthia Kusuma

Soal Novel Baswedan, KPK: Jangan Tarik Kami ke Politik Praktis

Ilustrasi. (Foto: Twitter KPK)

KBR, Jakarta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menampik kabar yang menyebut penyidik senior KPK, Novel Baswedan bagian dari partai politik Gerindra . 

Juru bicara KPK, Febri Diansyah menegaskan para pegawai di KPK mulai dari pimpinan hingga pegawai tidak terafiliasi ke kelompok politik praktis manapun. Febri mengatakan Novel juga sudah membantah informasi tersebut.

"Jangan tarik KPK ke isu politik praktis. Itu hanya akan merugikan upaya pemberantasan korupsi kita. Novel sudah clear mengatakan bahwa informasi-informasi tersebut tidak benar. Yang harus kita ingat, sebenarnya sekarang adalah sudah lebih dua tahun penyerang Novel belum ditemukan. Ini lebih penting diupayakan agar teror-teror terhadap penegak hukum tidak kemudian ditutupi oleh isu-isu yang tidak substansial," kata Febri di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (1/4/2019).

Sebelumnya Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN)  Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade mengatakan Prabowo menjanjikan penyidik senior KPK Novel Baswedan atau bekas Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto akan ditempatkan sebagai Jaksa Agung. 

Hal senada juga dikatakan Wakil Ketua Umum Gerindra, Arief Poyouno yang mengklaim Gerindra menganggap Novel sebagai 'orang kita.'

Baca Juga:

Tim Gabungan Kasus Novel Baswedan Klaim Temukan Bukti Baru

Diduga Mengetahui Penyerangan ke Novel Baswedan, Propam Polri Periksa Iriawan  

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.