FKUI: Negara Punya Seribu Triliun, Cukup untuk Biayai 'Local Lockdown'

"Total dana 14 hari (karantina wilayah) di Jakarta yaitu Rp4 triliun, sedangkan total penerimaan pajak Indonesia per November 2019 sebesar Rp 1.312,4 triliun," kata Ketua Dewan Guru Besar FKUI.

BERITA | NASIONAL

Senin, 30 Mar 2020 14:55 WIB

Author

Siti Sadida Hafsyah, Adi Ahdiat

FKUI: Negara Punya Seribu Triliun, Cukup untuk Biayai 'Local Lockdown'

Ilustrasi: Dengan dana Rp4 triliun, pemerintah bisa menjamin kebutuhan jutaan warga Jakarta selama dua pekan 'lockdown'.

KBR, Jakarta - Ketua Dewan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Siti Setiati menegaskan pemerintah perlu melakukan local lockdown atau karantina wilayah lokal demi memutus rantai penularan Covid-19.

Siti menilai local lockdown itu perlu dilakukan di Jakarta, yang kini menjadi kota dengan pasien Covid-19 tertinggi di Indonesia.

Ia pun menegaskan pemerintah punya sangat cukup anggaran untuk menjamin penghidupan warga Jakarta selama karantina berlangsung. 

"Total dana 14 hari (karantina wilayah) di Jakarta yaitu Rp4 triliun, sedangkan total penerimaan pajak Indonesia per November 2019 sebesar Rp 1.312,4 triliun," ungkap Siti dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/3/2020).

Siti merinci, dengan anggaran Rp4 triliun itu pemerintah bisa menyediakan kebutuhan makan, listrik, dan air untuk 9,6 juta orang warga Jakarta selama dua pekan karantina.

"Dengan penghitungan demikian, maka rasanya mungkin apabila melakukan local lockdown demi mencegah penularan Covid-19 lebih lanjut. Pengembalian sebagian uang pajak dari rakyat untuk rakyat dengan adanya kejadian pandemi seperti ini merupakan tindakan wajar," tegas Siti.

Ketua Dewan Guru Besar FKUI Siti Setiati menambahkan, pemerintah juga harus menerapkan pengawasan ketat selama masa karantina wilayah.

"Aturan tegas perlu diberlakukan agar seluruh warga menaati imbauan pembatasan sosial ini. Bahkan mungkin, denda spesifik perlu diberikan untuk setiap individu maupun perusahaan yang melanggar," jelas Siti.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Jepang Cabut Status Darurat Covid-19

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabr Baru Jam 18

Persiapan Pemerintah Hadapi New Normal