Ponpes Buntet Tolak Kunjungan Cawapres Sandiaga Uno

“Kami dengan KH Maruf Amin itu masih satu buyut. Dan kami memiliki hubungan emosional yang sangat kuat dengan beliau,” tuturnya.

BERITA , NASIONAL

Jumat, 01 Mar 2019 22:14 WIB

Author

Frans Mokalu

Ponpes Buntet Tolak Kunjungan Cawapres Sandiaga Uno

Cawapres Sandiaga Uno menemui para pendukung di Kota Cirebon, Jawa Barat, Jumat (1/3/2019). (Foto: KBR/Frans Mokalu)

KBR, Cirebon - Kedatangan calon wakil presiden Sandiaga Uno ke Cirebon mendapat penolakan dari kalangan Pondok Pesantren Buntet.

Penolakan itu muncul lewat surat resmi dan ditandatangani langsung pimpinan Pondok Pesantren Buntet KH Adib Rofiuddin.

Pernyataan sikap tersebut ditunjukkan kepada kalangan santri dan pengurus pondok yang terdiri dari 54 asrama/pondok, dengan alasan mereka telah mendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin.

Selain itu, surat itu juga dikeluarkan agar tidak terjadi kekisruhan antara para santri dan kiai pondok.

KH. Adib Rofiuddin menilai kedatangan cawapres Sandiaga Uno dapat menimbulkan konflik dan kerawanan sosial. Ia mengatakan pengelola ponpes telah menyatukan barisan menjaga marwah dan martabat Pondok Pesantren Buntet sebagai pesantren di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU).

“Kami segenap keluarga besar Pondok Pesantren Buntet telah sepakat untuk mendukung pasangan Capres Jokowi-Ma’ruf Amin,” kata Adib Rofiuddin di Cirebon, Jumat (1/03/2019).

Menurut Adib, sebelum menyatakan penolakan, ada utusan pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto -Sandiaga Uno untuk meminta restu melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Buntet.

“Sebelumnya utusan Pak Prabowo-Sandi sudah kesini sebanyak dua kali. Dua kali juga kami secara baik-baik mengatakan tidak bisa menerima. Kami mohon pengertiannya dari Pak Prabowo-Sandi dan timnya,” ujarnya.

Tapi, menurut Kiai Adib, kedatangan utusan itu terkesan agak memaksa, padahal ponpes sudah memberikan jawaban dengan jelas.

“Kemudian tiba-tiba memaksakan diri. Sehingga karena ngeyel semacam itu, kami buat pernyataan resmi,” katanya.

Adib Rofiuddin mengatakan dukungan terhadap Jokowi-Maruf sudah bulat karena Ponpes Buntet memiliki hubungan kekeluargaan dan historis yang kuat dengan KH Maruf Amin.

“Kami dengan KH Maruf Amin itu masih satu buyut. Dan kami memiliki hubungan emosional yang sangat kuat dengan beliau,” tuturnya.

Penolakan ini merupakan tindakan pencegahan agar tidak terjadi keributan antara masyarakat dengan massa pendukung Prabowo-Sandi.

“Yang kami khawatirkan itu akan terjadi chaos antara masyarakat, para santri dan pendukung Capres 02. Beliau silaturahmi ke Ponpes Buntet itu sesuatu yang baik, tapi efeknya atau akibatnya tidak baik. Akan menimbulkan fitnah, menimbulkan hoax dan sebagainya. Maka sebelum terjadi kesana, kami antisipasi dulu,” ungkapnya.

Sementara itu, Sandiaga Uno membantah ada agenda mengunjungi Ponpes Buntet pada Jumat (1/3/2019).

“Saya sempat dengar penolakan itu, tapi saya tidak ada rencana ke Buntet. Mungkin itu hoax. Setelah ini saya akan mengunjungi Pesantren Nurul Huda di Astanajapura Kabupaten Cirebon,” kata Sandiaga saat menghadiri acara pertemuan dengan para pendukung di salah satu hotel di Kota Cirebon.

Editor: Agus Luqman 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.