Share This

Jadi Wakil Ketua DPR, Ini yang Diinginkan Utut

"Ingin DPR benar-benar bisa lebih tenang. Kalau lebih tenang itu bisa lebih kerja buat rakyat,"

BERITA , NASIONAL

Rabu, 21 Mar 2018 11:25 WIB

Ketua Fraksi PDI Perjuangan Utut Adianto Wahyuwidayat mengucap sumpah jabatan saat pelantikan di Rapat Paripurna DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (20/3). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Ketua Fraksi PDI  Perjuangan Utut Adianto Wahyuwidayat  tidak berbicara banyak  setelah dilantik  sebagai Wakil Ketua DPR yang baru. Utut tidak merinci tugas yang bakal dia emban.

Utut hanya mengatakan, ingin membuat iklim politik di DPR lebih kondusif di masa jabatannya selama 17 bulan, sebelum pemenang Pemilihan Legislatif 2019 menggantinya.

"Persisnya kan 17 bulan lagi. Kalau ditanya, ke depan ini ingin DPR benar-benar bisa lebih tenang. Kalau lebih tenang itu bisa lebih kerja buat rakyat," kata Utut di Gedung DPR, Jakarta Selatan, Selasa (20/3).

Dia melanjutkan, dirinya butuh bertemu dengan para pemimpin DPR lainnya mengenai tugas-tugasnya. "Kita harus ketemu dengan para pemimpin DPR. Kita harus diskusi dulu," kata dia.

Dari partainya, PDIP, Utut mengaku tidak mendapat pesan khusus. Ketua Umum Partai Megawati hanya berpesan agar Utut menjalankan tugas dengan baik.

Sementara itu, Ketua DPR Bambang Soesatyo mengungkapkan, Utut akan menjawab sebagai Wakil Ketua DPR yang membidangi pengawasan keuangan.

"Sesuai dengan kesepakatan kami dalam rapat para pemimpin tadi," kata Bamsoet. "Yang pasti salah satu mitra kerjanya adalah Badan Pengawas Keuangan."

Sebelumnya Mahkamah Agung melantik Utut Adianto   sebagai Wakil Ketua DPR. Pengangkatan Utut  berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2018 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD atau MD3 yang menambah pemimpin DPR dari Fraksi PDI Perjuangan.

Pemilihan Utut sebagai Wakil Ketua DPR juga telah disetujui oleh para anggota lainnya dalam rapat paripurna.

Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali langsung meminta Politikus PDI Perjuangan tersebut melakukan sumpah jabatan.

"Sebelum anda dilantik sebagai Wakil Ketua DPR, saudara wajib bersumpah menurut agama Islam, apakah Anda bersedia?" tanya Hatta Ali di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (20/3/2018).

"Bersedia," jawab Utut.

"Patut saya ingatkan bahwa sumpah yang akan saudara ucapkan mengandung tanggungjawab," kata Hatta Ali.

Utut kemudian membacakan sumpahnya, mengikuti perintah Hatta Ali.

"Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan memenuhi kewajiban saya sebagai ketua DPR dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya sesuai dengan peraturan perundangan dengan berpedoman pada Pancasila dan UUD 1945. Bahwa saya, dalam menjalankan kewajiban akan bekerja dengan sungguh-sungguh demi tegaknya kehidupan demokrasi serta mengutamakan kepentingan bangsa dan negara dari pada kepentingan pribadi, seseorang, dan golongan. Bahwa saya akan memperjuangkan aspirasi rakyat yang saya wakili untuk mewujudkan tujuan nasional demi kepentingan bangsa dan negara," Utut bersumpah.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.