Mentan Akan Tunda Impor Produk Pertanian dari Tiongkok

"Mulai per Rabu nanti benar akan ada Ratas (rapat terbatas). Akan ada penentuan semua daerah suspect itu, kayaknya seluruhnya di-delay (ditunda)."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 04 Feb 2020 17:18 WIB

Author

Siti Sadida Hafsyah

Mentan Akan Tunda Impor Produk Pertanian dari Tiongkok

Jeruk impor dari Cina yang dijual di kawasan Glodok, Jakarta, Senin (27/1/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Untuk mencegah virus corona Novel masuk ke Indonesia, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo akan menunda impor produk pertanian dari Tiongkok.

Produk impor yang akan ditunda pengirimannya itu meliputi sayuran, hewan, dan buah-buahan.

"Mulai per Rabu nanti benar akan ada Ratas (rapat terbatas). Akan ada penentuan semua daerah suspect itu, kayaknya seluruhnya di-delay (ditunda). Kalau di-delay pesawat masuknya kan, termasuk produk pangan, semua tidak bisa masuk. Jadi seperti halnya itu, sampai dengan dicabut delay oleh pemerintah," kata Mentan Syahrul di kantornya, Selasa (4/2/2020).

Mentan Syahrul mengklaim saat ini stok produk pertanian dalam negeri masih mencukupi untuk kebutuhan dua bulan ke depan. 

Ia tidak menjelaskan apa rencana alternatif pemerintah untuk menggantikan produk pertanian yang sebelumnya diimpor dari Tiongkok.

Namun, ia menegaskan bahwa penundaan impor ini termasuk dalam tiga tahap pencegahan penyebaran virus Corona Novel ke Indonesia, baik dari Tiongkok maupun negara-negara lain yang terjangkit virus tersebut.

"Kami menjaga pintu masuk, pintu keluar hewan dan tumbuh-tumbuhan yang ada. Kita sudah melangkah 3 tahap ke depan. Yang pertama melakukan mitigasi negara-negara mana yang ter-suspect, dan negara itu harus dalam mitigasi kita, termasuk melakukan komunikasi sebelum pesawatnya landing, dengan kaptennya, adakah masalah-masalah," ujarnya.

Kemudian kedua, kata dia, Kementerian Pertanian bersama dengan Kementerian Kesehatan menyemprotkan desinfektan pada produk-produk pertanian yang masuk dari luar negeri.

Terakhir, pemerintah melakukan pengecekan intensif terhadap orang-orang yang baru masuk ke Indonesia dan dikarantina di balai karantina

"Kalau ada gejala dan lain-lain, akan dilakukan pengecekan orang per orang, dilakukan isolasi, ke balai karantina yang ada, sesudah itu baru kita lepas," tegasnya.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Belajar dari Italia, Seperti Apa Karantina Wilayah yang Efektif?

Jokowi Janjikan Bantuan ke Pekerja Informal agar Tidak Mudik di Tengah Wabah Korona

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18