Share This

Siapa Calon Pendamping di Pilpres, Ini Kata Jokowi

"Ini semuanya baru dalam proses pematangan, penggodokan"

BERITA , NASIONAL

Selasa, 27 Feb 2018 13:49 WIB

Presiden Joko Widodo (kiri) disambut oleh Panitia Pengarah Rakernas PDIP Prananda Prabowo (kedua kiri), Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto (ketiga kiri) dalam pembukaan Rakernas III PDIP di Sanur, Bali, Jumat (23/2). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Calon presiden yang diusung PDI Perjuangan Joko Widodo menyatakan masih menggodok kriteria calon wakil presiden yang akan menjadi pasangannya. Jokowi mengatakan, penggodokan itu dilakukan tim di internal partai maupun tim yang dia bikin sendiri.

Menurut dia, masih banyak waktu untuk menentukan sosok yang cocok mendampinginya, menggantikan Jusuf Kalla yang sudah lebih dulu menolak kembali ikut  dalam Pilpres 2019 mendatang.

"Ini semuanya baru dalam proses pematangan, penggodokan mengenai kriteria, belum berbicara mengenai siapanya. Jadi ditunggu saja. Sabar. (Kriterianya bagaimana?) Sudah saya sampaikan masih dalam proses, baru penggodokan, pematangan baik partai-partai maupun tim internal saya," kata Jokowi di kawasan industri Delta Silikon Cikarang, Selasa (27/02/2018).

Jokowi sama sekali tak membocorkan hal spesifik menyangkut nama-nama yang potensial menjadi cawapresnya. Padahal, bekalangan ini bermunculan saran, baik dari pengamat politik maupun partai, misalnya agar cawapres Jokowi dari latar belakang ekonomi, militer, atau agama.

Jokowi berujar, masih banyak waktu untuk dia dan PDI-P  memikirkan nama cawapresnya. Mengenai pernyataan PDI-P yang tengah mengkaji memasangnya dengan JK, Jokowi enggan berkomentar.


Editor: Rony Sitanggang 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.