Kemenlu Belum Bisa Pastikan Jadwal Evakuasi WNI dari Cina

"Pemerintah melakukan intinya dua hal. Pertama, adalah memastikan kecukupan logistik untuk warga negara kita yang berada di wilayah terdampak. Yang kedua, terus mematangkan opsi evakuasi."

BERITA | NASIONAL

Rabu, 29 Jan 2020 15:06 WIB

Author

Muthia Kusuma, Adi Ahdiat

Kemenlu Belum Bisa Pastikan Jadwal Evakuasi WNI dari Cina

Petugas penjaga Gerbang Tiananmen, Beijing, Cina, memakai masker untuk mencegah penularan virus Corona baru, Senin (27/1/2020). (Foto: ANTARA/REUTERS)

KBR, Jakarta- Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) belum bisa memastikan jadwal evakuasi WNI dari sejumlah kota di Cina yang terjangkit wabah virus Corona Novel.

Juru bicara Kemenlu Teuku Faizasyah mengaku masih berkoordinasi dengan pihak berwenang setempat.

Teuku menolak menjelaskan masalah apa yang menghambat proses evakuasi tersebut. Namun, ia menegaskan pemerintah melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing sudah mengupayakan pemberian bantuan logistik.

"Pemerintah melakukan intinya dua hal. Pertama, adalah memastikan kecukupan logistik untuk warga negara kita yang berada di wilayah terdampak. Yang kedua, terus mematangkan opsi evakuasi," kata Teuku di kantor Kemenlu, Jakarta, Rabu, (29/1/2020).

Kemenlu mengklaim telah membagikan uang bantuan belanja logistik senilai Rp133.280.000 untuk WNI di sejumlah kota di Cina yang terjangkit wabah.

Kemenlu juga memastikan akan menggandeng pihak terkait, seperti TNI dan BNPB, untuk persiapan evakuasi.

"Semua yang terkait dilibatkan, tapi sebaiknya tidak banyak orang yang ke sana untuk menghindari komplikasi medis," kata Teuku.


BNPB Beri Bantuan Masker

Sembari menunggu 'izin evakuasi' dari pemerintah Cina, Kamis besok (30/1/2020) BNPB akan mengirim bantuan berupa masker untuk WNI di kota-kota yang terdampak wabah.

"Bantuan tersebut diperuntukkan untuk pencegahan terhadap ancaman wabah virus Corona yang melanda wilayah Wuhan, Provinsi Hubei, dan sekitarnya," jelas humas BNPB Agus Wibowo dalam rilisnya, Rabu (29/1/2020).

"Bantuan berupa 10.000 buah masker dengan spesifikasi N-95. Bantuan tersebut akan dikelola oleh KBRI di Tiongkok untuk selanjutnya dikirim melalui jasa pengiriman setempat," lanjut dia.

Menurut data Kemenlu, saat ini ada 243 WNI yang tersebar di Cina. Sebanyak 100 orang berada di Kota Wuhan, sedangkan sisanya tersebar di sejumlah kota yang jaraknya berjauhan. 

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Ayo Belajar Kriya dan Seni

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Sejumlah Daerah di Indonesia Mulai Terapkan Karantina Wilayah