Pertama Kali, Dua Perempuan Muslim Terpilih Jadi Anggota Kongres AS

Ilhan Omar dan Rashida Tlaib merupakan perempuan Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota kongres dalam Pemilihan Umum Sela Amerika Serikat (AS) pada Selasa (6/11/2018).

BERITA , INTERNASIONAL

Rabu, 07 Nov 2018 18:31 WIB

Author

Pricilia Indah Pratiwi

Pertama Kali, Dua Perempuan Muslim Terpilih Jadi Anggota Kongres AS

Ilhan Omar dan Rashida Tlaib menjadi wanita Muslim pertama yang terpilih di Kongres AS (Foto: Associated Press)

KBR - Ilhan Omar dan Rashida Tlaib merupakan perempuan Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota kongres dalam Pemilihan Umum Sela Amerika Serikat (AS) pada Selasa (6/11/2018). Dilansir dari AFP, keduanya berasal dari kader Partai Demokrat.

Ilhan Omar (37) menjadi anggota Dewan Perwakilan dari Negara Bagian Minnesota. Omar yang merupakan eks pengungsi dari Somalia tersebut menggantikan posisi Keith Ellison yang meninggalkan Kongres karena mencalonkan diri menjadi jaksa Minnesota.

"Saya memutuskan untuk mencalonkan diri karena saya adalah salah satu dari banyak orang yang benar-benar ingin menunjukkan demokrasi perwakilan yang seharusnya," kata Omar.

Ia melarikan diri dari perang sipil Somalia bersama orangtuanya pada usia delapan tahun dan, menghabiskan empat tahun di sebuah kamp pengungsian di Kenya. Keluarganya menetap di Minnesota pada 1997. Wilayah itu memiliki populasi Somalia yang cukup besar.

Sebelumnya, Omar memenangi kursi di legislatif negara bagian pada 2016, yang menjadikannya sebagai anggota parlemen Somalia-Amerika pertama di AS.

Sementara Rashida Tlaib (42) merupakan politikus dari Detroit yang memenangi kursi anggota dewan perwakilan dari negara bagian Michigan. Kemenangan Tlaib dianggap tidak mengejutkan karena ia bertarung tanpa lawan.

Seperti Omar, putri dari imigran asal Palestina ini sebelumnya merupakan perempuan Muslim pertama yang menjadi anggota badan legislatif negara bagian Michigan satu dekade lalu. 

Tlaib akan mengisi kursi yang sebelumnya ditempati oleh John Conyers, yang meninggalkan jabatannya tahun lalu di tengah tuduhan pelanggaran kejahatan seksual.

Selain itu, Tlaib juga seorang kritikus utama Presiden Donald Trump dan ditangkap pada 2016 karena mengganggu pidato Trump di Detroit.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Menjadi Relawan Sejak Muda

Menjadi Relawan Sejak Muda

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13