Share This

Peneliti Temukan Lapisan Ozon Mulai Pulih dari Kerusakan

Lapisan ozon di belahan bumi utara akan membaik pada 2030-an dan lubang ozon yang menganga di Antartika bakal hilang pada 2060-an.

BERITA , INTERNASIONAL

Rabu, 07 Nov 2018 18:01 WIB

Ilustrasi

KBR - Lapisan ozon pelindung bumi akhirnya mulai sembuh dari kerusakan akibat penggunaan aerosol dan pendingin. Pernyataan ini disampaikan melalui sebuah laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam sebuah konferensi di Ekuador, Senin (5/11/2018).

Dilansir dari Associated Press, lapisan ozon telah menipis sejak akhir 1970-an. Para ilmuwan pun menyerukan penghentian penggunaan bahan kimia yang dapat merusak ozon.

Menurut penelitian, lapisan ozon di belahan bumi utara akan membaik pada 2030-an dan lubang ozon yang menganga di Antartika bakal hilang pada 2060-an.

"Ini benar-benar kabar baik," kata Paul Newman selaku Kepala Ilmuwan Bumi di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA yang juga peneliti di laporan tersebut.

"Jika zat-zat perusak lapisan ozon terus meningkat, kami akan melihat efek yang besar. Kami menghentikan itu," tambah Paul Newman.

Ozon, melindungi Bumi dari sinar ultraviolet yang menyebabkan kanker kulit, kerusakan tanaman, dan masalah lain. Penggunaan bahan kimia buatan manusia yang disebut chlorofluorocarbons (CFC)--yang melepaskan klorin dan bromin--mulai menggerogoti ozon.

Pada 1987, negara-negara di seluruh dunia menyetujui Protokol Montreal untuk menghapuskan CFC dan mengganti kaleng semprot dalam bisnis di masa mendatang.

Newman mengatakan, bumi mengalami kondisi terburuk pada akhir 1990-an, di mana sekitar 10 persen lapisan ozon hilang. Sejak tahun 2000, angka pun kian meningkat 1 hingga 3 persen per dekade.

Tahun ini, lubang ozon di Kutub Selatan memuncak pada hampir 24,8 juta kilometer persegi. Angka itu sekitar 16 persen lebih kecil dibanding lubang terbesar yang tercatat, 29.6 juta kilometer persegi pada 2006. Jika tidak ada upaya untuk menghentikan penipisan maka dua per tiga lapisan ozon akan hilang pada 2065, kata Newman.

Brian Toon dari University of Colorado, yang bukan bagian dari penulis laporan mengatakan, hasil penelitian tersebut belum sepenuhnya terbukti.

"Kami hanya pada titik di mana pemulihan mungkin telah dimulai," ungkap Toon. Ia juga melihat beberapa pengukuran ozon yang belum meningkat.

Masalah lain yang dicatat dalam laporan tersebut adalah terdapat teknologi baru yang menemukan peningkatan emisi dari CFC di Asia Timur. Newman mengatakan, pendingin mobil dan kulkas perlu diganti dengan baham yang tidak memperburuk pemanasan global. Amandemen terhadap Protokol Montreal yang berlaku tahun depan juga dipercaya mampu mengurangi penggunaan beberapa gas tersebut.

"Saya tidak berpikir kita bisa melakukan lap kemenangan hingga 2060, itu yang akan dilakukan cucu-cucu kita," kata Newman.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.