Korut Belum Siap, Pertemuan dengan AS Ditunda

Duta besar AS untuk PBB, Nikki Haley, mengatakan pertemuan tersebut ditunda karena Korea Utara belum siap melakukan pembicaraan.

BERITA | INTERNASIONAL

Jumat, 09 Nov 2018 10:56 WIB

Author

Angelina Legowo

Korut Belum Siap, Pertemuan dengan AS Ditunda

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo di Pyongyang dalam foto yang dirilis oleh Korea Utara. (Foto: KCNA / Reuters)

KBR - Pertemuan Korea Utara dengan Amerika Serikat (AS) yang semula dijadwalkan digelar pada Kamis (8/11/2018) ditunda.

Kedua pihak juga belum mengumumkan kapan pertemuan akan digelar. Namun, Duta besar AS untuk PBB, Nikki Haley mengatakan pertemuan ditunda karena Korea Utara belum siap melakukan pembicaraan.

Haley menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers, usai mengikuti rapat tertutup Dewan Keamanan PBB mengenai sanksi Korea Utara. Menurutnya, kini sudah waktunya bagi Korea Utara untuk mulai melakukan tindakan terhadap denuklirisasi.

Pada Juni lalu, saat bertemu di KTT Singapura, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump sepakat menyelesaikan masalah denuklirisasi. Namun, kesepakatan yang dibuat tidak spesifik. Selain itu, negosiasi-negoasiasi lanjutan yang sempat digelar juga belum menghasilkan banyak kemajuan.

"Tidak ada waktu untuk diam dan menunda atau mencoba menghindari perjanjian yang telah disepakati di Singapura," kata Haley, seperti dikutip Reuters Jumat (9/11/2018).

Sementara, wakil Korea Utara untuk PBB menolak memberikan komentar mengenai hal tersebut. Namun perwakilan Korea Utara menyebut negara itu tengah manghadapi masalah kemanusiaan yang serius, akibat sanksi yang dijatuhkan PBB.

Dalam pernyataannya, Haley juga menuduh Rusia melakukan kecurangan terkait sanksi yang dijatuhkan terhadap Korea Utara. Ia mengkritik Rusia yang mencoba mencabut sanksi perbankan terhadap Korea Utara. Padahal, sanksi itu dibuat untuk mengekang negara tersebut atas program nuklir yang dijalankan.

"Kami tahu apa agenda mereka, kami tahu persis mengapa mereka mencoba melakukannya dan kami tidak akan membiarkan itu terjadi," ujarnya.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Koalisi Gemuk Pemerintah Dinilai Ancam Demokrasi