Share This

2030 Cina Diprediksi Jadi Negara yang Paling Banyak Dikunjungi

Sementara pada 2030, kedatangan internasional diperkirakan meningkat satu miliar lagi, setara dengan sekitar $2,6 triliun alias Rp38.337 triliun uang yang masuk.

BERITA , INTERNASIONAL

Rabu, 07 Nov 2018 16:47 WIB

2030 Cina Diprediksi Jadi Negara yang Paling Banyak Dikunjungi

China diprediksi akan mengambil alih Prancis sebagai tujuan paling populer di dunia pada 2030. (Foto: Jim Eagles / AP)

KBR - Sebuah laporan dari perusahaan riset global Euromonitor Internasional memprediksi, Cina akan mengambil alih Perancis sebagai tujuan wisata nomor satu di dunia pada 2030.

Dalam laporan yang diterbitkan pada Selasa (6/11/2018) melalui konferensi industri di London, Euromonitor memprediksi akan ada 1,4 miliar perjalanan pada 2018. Angka tersebut naik 5 persen dari tahun lalu. Sementara pada 2030, kedatangan internasional diperkirakan meningkat satu miliar lagi, setara dengan sekitar $2,6 triliun alias Rp38.337 triliun uang yang masuk.

Dikutip dari The Guardian, Cina juga akan menerima lebih banyak wisatawan dari negara-negara lain di dunia. Termasuk, wisatawan outbound. Sehingga kondisi itu membuat Cina diperkirakan mampu menyalip Amerika (AS) dan Jerman.

Wouter Geerts selaku konsultan di Euromonitor mengatakan pariwisata merupakan salah satu pilar utama ekonomi Cina. 

"Pariwisata adalah pilar utama ekonomi Cina, dan banyak investasi telah dilakukan untuk meningkatkan infrastruktur dan standar, di samping kebijakan dan inisiatif ramah-pariwisata," kata Wouter Geerts.

Menurut penelitiannya, Cina juga akan menjadi pasar inbound terbesar pada 2030, dengan banyak turis yang datang dari negara-negara Asia lainnya, termasuk Hong Kong dan Taiwan.

Peningkatan pengunjung ke Cina terutama disebabkan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan yang lebih tinggi dibanding negara-negara Asia terdekat.

Bagi wisatawan dari Asia, akses ke Cina meningkat karena wisatawan dapat memperoleh visa lebih mudah daripada sebelumnya. Namun, proses visa tetap lebih mahal untuk beberapa negara, terutama bagi para pelancong dari AS dan Inggris.

Namun begitu perjalanan domestik tetap penting di Cina, dengan 4,7 miliar kunjungan pada 2018. Angka ini diproyeksikan meningkat 42,5% menjadi 6,7 miliar pada 2023. 

Laporan tersebut juga menemukan perjalanan domestik di Asia secara keseluruhan diprediksi tumbuh sebesar 10% pada 2018. Sementara pada 2017 ini, Cina juga meluncurkan program pariwisata all-for-one yakni berfokus pada konservasi, keanekaragaman budaya, dan kelestarian lingkungan.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.