Tanggapi Undangan Kim Jong Un, Paus Fransiskus Akan Kunjungi Korut

"Pesan Anda sudah cukup, tetapi akan baik baginya untuk mengirim undangan resmi, saya pasti akan menjawab jika saya mendapatkan undangan, dan saya bisa pergi," kata Paus.

BERITA , INTERNASIONAL

Jumat, 19 Okt 2018 14:13 WIB

Author

Pricilia Indah Pratiwi

Tanggapi Undangan Kim Jong Un, Paus Fransiskus Akan Kunjungi Korut

Paus Francis bertemu Presiden Korea Selatan Moon Jae-in selama audiensi pribadi di Vatikan, 18 Oktober 2018. Alessandro Di Meo / Pool via Reuters

KBR - Paus Fransiskus menerima undangan untuk mengunjungi Korea Utara. Keputusan itu datang setelah presiden Korea Selatan Moon Jae In menyampaikan undangan dari pemimpin Korut, Kim Jong Un secara lisan saat pertemuan di Vatikan, Kamis (18/10/2018).

"Pesan Anda sudah cukup, tetapi akan baik baginya untuk mengirim undangan resmi, saya pasti akan menjawab jika saya mendapatkan undangan, dan saya bisa pergi," kata Paus dikutip dari Reuters.

Jika kunjungan Paus Fransiskus terlaksana, maka ia akan menjadi Paus pertama yang datang ke Korea Utara. 

Dilansir dari New York Time, juru bicara Moon, Yoon Young Chan mengatakan, kemungkinan undangan akan dikirimkan Oktober ini, yaitu ketika Moon menyarankan agar Kim mengundang paus ke Korea Utara.

Menurut kantor presiden, Paus menyatakan dukungannya atas upaya untuk membawa perdamaian ke semenanjung Korea. Paus juga telah berulang kali menyatakan keinginan untuk dialog dan rekonsiliasi antara pemerintah Korea Utara dan Korea Selatan.

Paus diharapkan berada di Asia selama perjalanan ke Jepang tahun depan.

Presiden Korea Selatan berada di Vatikan sebagai bagian dari perjalanan Eropa selama sepekan untuk meyakinkan para pemimpin atas komitmen Kim dalam hal perdamaian. Dukungan Vatikan dapat membantu memperluas kolaborasi dalam komunitas internasional dalam proses tersebut.

Sebelumnya, Moon hadir pada Rabu (17/10/2018) malam ketika Kardinal Pietro Parolin, sekretaris negara Vatikan, memimpin Misa untuk perdamaian dan rekonsiliasi di semenanjung Korea.

"Kami melakukan ini dengan berdoa secara khusus sehingga di Semenanjung Korea, setelah bertahun-tahun ketegangan dan pembagian, kata damai akhirnya bisa sepenuhnya bergema," kata Kardinal Parolin di Basilika Santo Petrus, Vatikan. Pada akhir Misa, Moon berterima kasih kepada Vatikan atas dukungannya.

Konstitusi Korea Utara menjamin kebebasan beragama, selama tidak melemahkan negara. Tetapi di luar segelintir tempat ibadah yang dikendalikan negara, kegiatan keagamaan terbuka tidak diizinkan.

Sejak tahun 2000, undangan untuk paus merupakan yang pertama dilakukan oleh pemimpin Korea Utara. Sebelumnya, pertemuan merupakan usulan dari ayah Kim Jong Un, Kim Jong Il. Tetapi rencana tak pernah terwujud. Itu sebab, wacana kunjungan Paus Fransiskus ini adalah inisiatif diplomatik terbaru Korea Utara tahun ini.

Baca juga: Alasan Kim Jong Un Undang Paus Fransiskus ke Pyongyang



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Perkara Anak Tersangka Kerusuhan 22 Mei Diminta Diselesaikan di Luar Pengadilan