Ribuan Warga Swedia Tanam Cip di Tubuh, Apa Gunanya?

Microchip tersebut berisi rincian identitas pengguna, yang dapat digunakan untuk menggantikan kartu akses, uang tunai, tiket kereta, hingga media sosial.

BERITA | INTERNASIONAL

Jumat, 26 Okt 2018 20:36 WIB

Author

Angelina Legowo

Ribuan Warga Swedia Tanam Cip di Tubuh, Apa Gunanya?

Ilustrasi. (Foto: Creative Commons)

KBR - Akses masuk ke gedung, berbagi informasi media sosial, hingga membayar tiket kereta di Swedia kini bisa dilakukan hanya dengan goyangan tangan. Sejak 2015, sudah lebih lebih dari 4.000 warga Swedia menanamkan microchip ke tubuh mereka.

Microchip tersebut berisi rincian identitas pengguna yang dapat digunakan untuk menggantikan kartu akses, uang tunai, tiket kereta, hingga media sosial.

Perusahaan BioHax International, milik Jowan Osterlund--bekas pembuat tato dan penindik professional--menjadi pelopor berkembangnya teknologi microchip di Swedia. Cip kecil seukuran butir beras ini juga diklaim terlindungi dari hacker, sehingga data pribadi pengguna akan tetap aman.

Pada 2017 lalu, SJ Rail, operator kereta Swedia, mengumumkan bahwa sekitar 100 orang sudah menggunakan microchip untuk membayar perjalanan mereka. Cip dipindai dengan smartphone untuk memastikan penumpang telah membayar tiket mereka.

Tak hanya tiket kereta, platform media sosial LinkedIn juga telah menerapkan teknologi ini untuk membagikan informasi identitas pengguna. Hanya dengan menyentuh smartphone saja, informasi  pengguna microchip yang tersimpan di LinkedIn dapat ditransfer tanpa perlu mengetik ulang.

Mulai banyak juga perusahaan di Swedia yang menawarkan layanan implan microchip secara gratis. Hal tersebut dimaksudkan agar karyawannya tidak perlu lagi membawa kartu akses atau uang tunai, sehingga lebih mudah dan cepat ketika memasuki gedung atau membayar makanan kafetaria.

Melansir Daily Mail pada Jumat (26/10/2018), banyak orang Swedia lebih menyukai kenyamanan daripada keamanan privasi mereka. Mereka tidak terlalu khawatir data-datanya diretas, karena saling berbagi informasi di Swedia merupakan hal yang sudah biasa.

Karena terlalu biasa menerima teknologi-teknologi baru, para ahli kini mulai khawatir akan resistensi teknologi warga Swedia.

Ben Libberton, seorang ahli mikrobiologi dari Lund, Swedia, mengatakan, cip yang disuntikkan ke tubuh dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan. Menurutnya, cip implan berpotensi menyebabkan infeksi atau reaksi dari sistem kekebalan.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Puluhan Pabrik Tahu di Sidoarjo Gunakan Sampah Plastik Impor untuk Bahan Bakar