Jutaan Data Penumpang Cathay Pasific Diretas

Cathay Pacific mengatakan Rabu (24/10/2018) bahwa informasi pribadi tersebut termasuk nama penumpang, tanggal lahir, nomor telepon, alamat email dan nomor paspor.

BERITA | INTERNASIONAL

Jumat, 26 Okt 2018 16:51 WIB

Author

Pricilia Indah Pratiwi

Jutaan Data Penumpang Cathay Pasific Diretas

Pesawat Cathay Pacific di Hong Kong. (Foto: Robert Cicchetti / Shutterstock.com)

KBR - Salah satu maskapai penerbangan terkemuka di Asia, Cathay Pasific telah diretas, di mana informasi pribadi lebih dari 9 juta penumpang telah diakses oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.Cathay Pacific mengatakan Rabu (24/10/2018) bahwa informasi pribadi tersebut termasuk nama penumpang, tanggal lahir, nomor telepon, alamat email dan nomor paspor.

"Kami sangat prihatin atas perhatian apa pun dari peristiwa keamanan data ini yang dapat menyebabkan penumpang kami," kata CEO, Rupert Hogg dalam sebuah pernyataan dikutip dari CNN.

"Kami bertindak segera untuk menahan peristiwa itu, memulai penyelidikan menyeluruh dengan bantuan firma keamanan cyber terkemuka, dan untuk lebih memperkuat tindakan keamanan TI kami," sambung Rupert Hogg.

Menurut maskapai itu, para peretas yang menyerang Cathay memperoleh akses ke27 nomor kartu kredit tanpa kode keamanan kartu, dan 403 nomor kartu kredit yang habis masa berlakunya.

"Kami tidak memiliki bukti bahwa data pribadi telah disalahgunakan. Tidak ada perjalanan seseorang ke profil yang diakses sepenuhnya, dan tidak ada kata sandi yang disusupi," ujar Hogg.

Cathay menyatakan, pihaknya pertama kali menemukan aktivitas mencurigakan di jaringannya pada Maret lalu. Mereka segera mengambil tindakan untuk menahan peristiwa tersebut, serta menyelidikinya dengan bantuan perusahaan keamanan cyber.

Saham Cathay merosot lebih dari 5% dalam perdagangan di Hong Kong pada Kamis (25/10/2018). Perusahaan telah memberi tahu polisi di Hong Kong. Selain itu juga telah menyiapkan situs web khusus yakni infosecurity.cathaypacific.com serta pusat panggilan untuk pelanggan yang yakin merasa terdampak.

"Kami sedang dalam proses menghubungi penumpang yang terkena dampak, menggunakan beberapa saluran komunikasi, dan memberi mereka informasi tentang langkah-langkah yang dapat mereka ambil untuk melindungi diri mereka sendiri," kata Hogg dilansir dari The Register.

Maskapai itu mengatakan kombinasi data yang diakses oleh peretas bervariasi dari penumpang ke penumpang. Ini termasuk sekitar 860 ribu nomor paspor dan 245 ribu nomor kartu identitas Hong Kong.

Cathay, menduduki peringkat sebagai maskapai penerbangan terbaik keenam di dunia tahun ini oleh Skytrax, sebuah perusahaan yang berbasis di London yang menyediakan layanan konsultasi untuk operator dan bandara.

Pada bulan lalu, British Airways mengatakan peretas mencuri rincian kartu pembayaran dari 380 ribu pelanggannya.

Baca juga: British Airways Selidiki Pencurian Ratusan Ribu Data Pelanggan British Airways Selidiki Pencurian Ratusan Ribu Data Pelanggan



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun