Jerman Hentikan Ekspor Senjata ke Arab Setelah Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi

Merkel pun menambahkan bakal melakukan konsultasi dengan dunia internasional terkait aksi terkoordinasi dari kasus ini.

BERITA , INTERNASIONAL

Senin, 22 Okt 2018 13:27 WIB

Author

Tyas Sukma Amalia

Jerman Hentikan Ekspor Senjata ke Arab Setelah Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi

Kanselir Jerman Angela Merkel memberikan pernyataan setelah pertemuan kepemimpinan di markas CDU di Berlin. (REUTERS / Hannibal Hanschke)

KBR - Kanselir Jerman Angela Merkel pada Minggu (21/10/2018) menyatakan, Berlin takkan memberikan senjata ke Arab Saudi akibat tewasnya wartawan senior Jamal Khashoggi. 

"Saya katakan dengan semua orang yang mengatakan bahwa biaya senjata ke Arab Saudi tidak bisa dilakukan dalam kondisi saat ini," ujar Merkel.

Sementara Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas menilai tidak ada alasan bagi negaranya untuk mengekspor senjata ke Arab Saudi. Bulan lalu, Jerman menembakkan biaya senjata ke 416 juta Euro ke Arab Saudi. Pada masa lalu, pengiriman senjata Berlin ke Arab Saudi UNT berupa kapal patroli.

Merkel mengutuk keras pembunuhan Khashoggi dan mendesak pengadilan yang jelas atas insiden itu. "Kami masih jauh melihat semuanya diungkap dan para pelaku diadili," ujarnya.

Merkel pun menambahkan bakal melakukan konsultasi dengan dunia internasional terkait aksi terkoordinasi dari kasus ini.

Jerman dan Arab Saudi hanya mengembalikan duta besar mereka pada September, setelah 10 bulan hubungan dingin menyusul kecaman dari Berlin tentang apa yang dikatakannya sebagai campur tangan Saudi dalam urusan Lebanon.

Kasus Khashoggi membuat hubungan Arab Saudi dengan sekutu mereka di Eropa--Jerman, Inggris, dan Prancis--memburuk setelah ketiganya dalam pernyataan bersama menuntut Arab Saudi menjelaskan bagaimana Khashoggi meninggal di konsulat Arab Saudi di Istanbul. Dan, negara-negara itu meminta penjelasan harus berdasarkan fakta.

Setelah membantah selama berhari-hari, pemerintah Arab Saudi pada Sabtu (20/10/2018), mengakui bahwa Khashoggi, pengkritik keras Putra Mahkota Muhammad bin Salman itu tewas setelah memasuki Arab Saudi di Turki pada 2 Oktober.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Eps.6: Kuliah di Perancis, Cerita dari Dhafi Iskandar

Insiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarkat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak