Share This

Kini Bisa Cek Tiket Malaysia Airlines Lewat WhatsApp

Pelanggan bisa mendapatkan status penerbangan dan konfirmasi pemesanan langsung melalui aplikasi perpesanan.

BERITA , INTERNASIONAL

Selasa, 04 Sep 2018 13:20 WIB

Foto: ghn.ge

KBR, Jakarta - Malaysia Airlines Bhd (MAB) meluncurkan layanan resmi Whatsapp. Dengan fitur ini, pelanggan bisa mendapatkan status penerbangan dan konfirmasi pemesanan langsung melalui aplikasi perpesanan. 


Malaysian Airlines mengatakan akan terdapat banyak layanan lainnya seperti check-in, jadwal, dan pemberitahuan operasional lainnya.


Dilansir dari theedgemarkets.com (3/9/2018), menurut pejabat Malaysian Airlines Izham Ismail mengatakan, mereka termasuk satu dari beberapa maskapai penerbangan pertama di dunia dan maskapai pertama di Malaysia yang berintegrasi dengan suatu platform.


Maskapai penerbangan nasional Belanda, KLM Royal Dutch Airlines, merupakan maskapai pertama yang memperkenalkan integrasi dengan WhatsApp pada September tahun lalu.


"Kami sangat gembira menjadi yang pertama di Malaysia dan salah satu dari beberapa maskapai pertama di dunia yang menawarkan layanan baru ini di WhatsApp," kata Izham.


"Solusi Bisnis WhatsApp akan memungkinkan kami menjangkau lebih banyak penumpang, karena WhatsApp adalah salah satu aplikasi perpesanan paling populer dengan lebih dari 1,5 miliar pengguna di seluruh dunia," tambahnya.


Masuknya Malaysian Airlines ke dalam Whatsapp Business adalah solusi digital keempat yang baru-baru ini diumumkan, setelah MHguardian, MHfeedback dan MHchat yang diperkenalkan MAB pada April lalu.


Editor: Citra Dyah Prastuti 

  

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.