Share This

FBI Terus Selidiki Penembakan Chattanooga

Penyidik FBI masih terus mencari bahan-bahan bukti di dua tempat perekrutan tentara di Chattanooga, Tennessee, yang diserang oleh orang bersenjata yang menewaskan lima orang tentara.

BERITA , INTERNASIONAL

Minggu, 19 Jul 2015 19:57 WIB

KBR- Penyidik FBI masih terus mencari bahan-bahan bukti di dua tempat perekrutan tentara di Chattanooga, Tennessee, yang diserang oleh orang bersenjata yang menewaskan lima orang tentara. Menanggapi hal yang sama, gubernur negara bagian Texas telah memerintahkan supaya tentara garda nasional yang menjaga fasilitas-fasilitas militer dipersenjatai.

Sementara gubernur negara bagian Florida memerintahkan supaya tempat-tempat perekrutan pasukan Garda Nasional yang biasanya terdapat di kompleks pertokoan, dipindahkan ke lokasi gudang senjata.

Sebelumnya, lelaki bernama Muhammad Youssef Abdulazeez yang berasal dari Kuwait melepaskan serentetan tembakan di sebuah tempat perekrutan tentara di Chattanooga. Ia kemudian naik mobil ke sebuah tempat perekrutan lain kira-kira 11 km dari sana, dan menembak mati empat orang marinir serta melukai seorang pelaut, yang kemudian meninggal.

Abdulazeez sendiri ditembak mati oleh polisi setempat.FBI kemudian menggeledah rumah Abdulazeez tidak lama setelah penembakan itu. (BBC)  

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.