Lawan Covid-19, Dokter Amerika Belajar ke Negeri Cina

"Protokol (penanganan Covid-19 Cina) terbukti menjadi langkah penting dalam mengendalikan epidemi di Wuhan, dan bisa sama efektifnya di mana saja," kata dokter AS.

BERITA | INTERNASIONAL

Kamis, 02 Apr 2020 13:42 WIB

Author

Adi Ahdiat

Lawan Covid-19, Dokter Amerika Belajar ke Negeri Cina

Ilustrasi: Petugas medis penanganan Covid-19 Amerika Serikat (17/3/2020). (Foto: ANTARA/REUTERS)

KBR, Jakarta- Cina adalah salah satu dari sedikit negara yang mampu melakukan perlawanan kuat terhadap pandemi Covid-19.

Selama periode Januari-Februari 2020 kasus Covid-19 di Cina memang sempat meningkat drastis hingga menembus 80.000 kasus.

Namun, sepanjang Maret-awal April 2020 Cina sudah berhasil menekan laju penyebaran infeksi di negerinya secara signifikan.

Data Johns Hopkins University menunjukkan, dalam sebulan belakangan hanya ada penambahan sekitar 2.000 kasus Covid-19 di Cina.

Jumlah itu jauh lebih rendah dari penambahan kasus yang terjadi di negara lain seperti Italia, Spanyol, Jerman, Prancis, dan Amerika Serikat (AS).

Berdasar data Johns Hopkins University, infeksi virus korona jenis baru di negara-negara tadi meningkat sampai puluhan ribu kasus sepanjang Maret-awal April 2020.

Fenomena paling ekstrem terjadi di AS, di mana infeksi Covid-19 melonjak hingga menembus 216.000 kasus dalam sebulan terakhir. Hari ini, Kamis (4/2/2020), AS pun menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi di dunia.


Berita Terkait:


Dokter AS Pelajari Protokol Cina

Kini para dokter spesialis AS dari American College of Chest Physicians (CHEST) berupaya 'menyontek' strategi Cina dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Pada Rabu (1/4/2020) tim dokter CHEST menggelar konferensi video dengan tim ahli medis Cina untuk mempelajari protokol mereka.

Dalam konferensi itu Chen Wang dari Chinese Association of Chest Physicians (CACP) membeberkan langkah-langkah yang diterapkan Cina, yakni:

  • Mewajibkan isolasi di seluruh kota dengan kasus Covid-19.
  • Menyiapkan RS khusus untuk pasien kritis.
  • Menyiapkan RS darurat di stadion, bandara, pabrik, serta hotel untuk mengisolasi pasien bergejala ringan dan pasien tanpa gejala.
  • Memastikan ketersediaan perlengkapan dan membuat protokol ketat untuk tenaga medis.
  • Membentuk lembaga koordinasi pelayanan kesehatan khusus, yang diberi kekuasaan untuk memangkas birokrasi.
  • Menutup segera semua area publik dan menghentikan kegiatan massal dalam bentuk apapun.
  • Membatasi lalu lintas keluar-masuk kota.
  • Mewajibkan warga memakai masker setiap keluar rumah.
  • Melakukan disinfeksi rutin.
  • Menyediakan tes Covid-19 untuk masyarakat dan mengisolasi pasien secara ketat.

Menurut tim dokter AS dari CHEST, semua langkah itu bisa dicontoh oleh negara lain. 

"Protokol (penanganan Covid-19 Cina) terbukti menjadi langkah penting dalam mengendalikan epidemi di Wuhan, dan bisa sama efektifnya di mana saja," kata salah satu peserta konferensi Stephanie Levine, dokter ahli paru sekaligus pimpinan CHEST kepada Xinhuanet, Kamis (2/4/2020).

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Serba-serbi Warga Berlebaran di Tengah Pandemi

Taliban dan Pemerintah Afganistan Sepakat Genjatan Senjata Saat Idulfitri

Kabar Baru Jam 20

PSA Idulfitri 2020