Pasca Serangan Bom, Sri Lanka Larang Perempuan Pakai Cadar

Organisasi Muslim setempat juga menghimbau perempuan Muslim agar menghindari penggunaan niqab atau burqa, supaya wajahnya bisa mudah diidentifikasi petugas keamanan.

BERITA , INTERNASIONAL

Senin, 29 Apr 2019 17:50 WIB

Author

Adi Ahdiat

Pasca Serangan Bom, Sri Lanka Larang Perempuan Pakai Cadar

Perempuan Muslim yang menggunakan burqa. Model busana yang menutupi wajah semacam ini tengah dilarang di Sri Lanka (Foto: Pixabay).

SATU pekan setelah serangan bom Paskah di Sri Lanka, pemerintah setempat melarang penggunaan segala jenis busana yang menutupi wajah.

Pelarangan juga berlaku bagi busana perempuan muslim yang berupa niqab (menutupi seluruh bagian tubuh dan wajah) ataupun burqa (menutupi seluruh tubuh dan wajah, tapi bagian mata dibiarkan terbuka).

Aturan darurat ini diumumkan Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena, melalui rilisan pers hari Minggu lalu (28/4/2019).

Sebagaimana dikutip dari India Today, rilisan pers itu menyebut bahwa yang dilarang adalah, "Segala bentuk penutup wajah yang akan menghalangi identifikasi seseorang."

All Cetlon Jamiyyathul Ulama, organisasi Muslim setempat, juga mendukung aturan ini. Mereka menghimbau para perempuan Muslim untuk menghindari penggunaan niqab atau burqa, supaya wajah mereka mudah diidentifikasi petugas keamanan.

Menurut India Today, pihak berwenang setempat menyadari bahwa aturan ini mungkin tidak menyenangkan bagi sejumlah perempuan Muslim. Namun hal ini diperlukan untuk memudahkan upaya penjagaan keamanan nasional.


Kekhawatiran Warga Muslim Sri Lanka

Serangan bom Paskah di Sri Lanka bukan hanya menciptakan trauma di kalangan penganut Kristiani, tapi juga menimbulkan kekhawatiran bagi warga Muslim.

Menurut laporan India Today, saat ini banyak warga Muslim Sri Lanka khawatir akan menjadi sasaran balas dendam dari keluarga korban pemboman. Pasalnya, kini atribut agama Islam seperti burqa dan janggut, dipandang warga Sri Lanka dengan penuh kecurigaan.

Kecurigaan tersebut tak hanya datang dari masyarakat umum, melainkan juga pihak berwenang. India Today menyebut, sudah ada seorang warga Muslim yang ditahan dan diinterogasi hanya karena ia Muslim dan merupakan tetangga dari tersangka pemboman.

Untuk menghindari munculnya aksi-aksi kekerasan dan balas dendam terhadap Muslim, masjid setempat acap mengadakan doa bersama dan membuat pengumuman yang menegaskan “tidak ada tempat untuk ekstremisme di dalam Islam”.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Eps.2: Kuliah di UK, Cerita dari Rizki Putri Part 2

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17