Share This

Pesawat Tenaga Surya Berhasil Lewati Samudera Pasifik

Pesawat yang diterbangkan menggunakan energi matahari itu mendarat di Silicon Valley, California.

BERITA , INTERNASIONAL

Minggu, 24 Apr 2016 17:51 WIB

Pesawat Solar Impulse 2, diterbangkan oleh pilot uji coba Markus Scherdel, terbang diatas pantai Oahu selama uji coba terbang dari Lapangan Udara Kalaealoa di Kapolei, Hawai, Kamis (3/3). Antara Foto

KBR, Jakarta- Pesawat bertenaga surya Solar Impulse berhasil melalui penerbangan selama tiga hari melewati Samudera Pasifik. Kini pesawat yang diterbangkan menggunakan energi matahari itu mendarat di Silicon Valley, California.

Sang Pilot, Bertrand Piccard mengatakan pesawat tersebut tak bersuara dan tak menimbulkan polusi selama terbang di atas Golden Gate Bridge. Ini menjadi perjalanannya yang ke-9 dalam percobaannya mengitari dunia.

Penerbangan pertama Solar Impulse adalah dari Abu Dhabi, pada Bulan Maret, melintasi Oman, India, Myanmar, and China. Pesawat ini dilengkapi 17,000 sel photovoltaic di seluruh permukaannya. Dalam mengerjakan proyek Solar Impulse, Bertrand dan rekannya and Borschberg telah menghabiskan waktunya lebih dari sepuluh tahun. Ia yakin dapat mewujudkan sebuah pesawat yang mampu terbang selamanya. (BBC) 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.