Share This

Netizen Rusia Respon Panama Papers

"95 persen wartawan Rusia tidak punya rasa malu, kesadaran atau akal sehat."

BERITA , INTERNASIONAL

Selasa, 05 Apr 2016 13:23 WIB

Laporan Panama Papers (Foto: ICIJ)

Laporan Panama Papers (Foto: ICIJ)

KBR – Netizen Rusia mulai bereaksi atas dugaan penggelapan uang dari orang-orang terdekat Presiden Rusia, Vladimir Putin. Hal ini dilaporkan dalam hasil investigasi Panama Papers.

VOA melaporkan penulis blog oposisi Rusia, Leonid Volkov mengatakan wartawan media pemerintah Rusia membisu sejak temuan tersebut dibongkar. Lewat akun Twitternya, Volkov menulis bahwa penyelidikan itu menunjukkan bahwa 95 persen wartawan Rusia tidak punya rasa malu, kesadaran atau akal sehat.

Netizen Rusia lain berkomentar, laporan ICIJ itu baru menyentuh permukaan kegiatan yang korup. Politisi oposisi dan aktivis anti korupsi Alexey Navalny dalam blognya menulis, temuan ini hanyalah bagian kecil dari keseluruhan kasus korupsi. Navalny menyerukan nama-nama Rusia yang disebut dalam penyelidikan itu untuk dihukum.

Laporan Panama Papers ini berisi kebocoran dokumen finansial dari sebuah firma hukum asal Panama, Mossack Ffonseca. Data itu dirangkum dalam hasil investigasi organisasi wartawan global, International Consortium of Invetigative Journalists (ICIJ), sebuah koran Jerman Süddeutsche Zeitung  dan lebih dari 100 organisasi pers di seluruh dunia. Dari data itu terungkap bagaimana dunia offshore atau dunia tanpa pajak. Setidaknya ada 128 politikus dan pejabat publik dari seluruh dunia yang namanya tercantum dalam jutaan dokumen yang bocor ini.  

Editor: Citra Dyah Prastuti 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.