Jerman Bisa Tes Covid-19 dalam 2,5 Jam, Akurasinya 95 Persen

"Alat tes cepat Covid-19 Bosch ini akan membantu menahan penyebaran pandemi dan memutus rantai penularan lebih cepat," klaim CEO Bosch, perusahaan teknologi asal Jerman.

BERITA | INTERNASIONAL

Jumat, 27 Mar 2020 12:03 WIB

Author

Adi Ahdiat

Jerman Bisa Tes Covid-19 dalam 2,5 Jam, Akurasinya 95 Persen

Tenaga medis memasukkan cartridge berisi sampel swab pasien ke alat analisis Vivalytic. (Foto: Bosch)

KBR, Jakarta - Bosch, perusahaan teknologi asal Jerman, tengah mengembangkan alat tes cepat Covid-19 baru yang diberi nama Vivalytic.

Vivalytic diklaim bisa merampungkan tes Covid-19 dalam waktu kurang dari 2,5 jam dengan akurasi di atas 95 persen. Jauh lebih unggul dari alat tes lain yang umumnya membutuhkan waktu 1-2 hari.

"Alat tes cepat Covid-19 Bosch ini akan membantu menahan penyebaran pandemi dan memutus rantai penularan lebih cepat," kata CEO Bosch Dr. Volkmar Denner dalam siaran persnya, Kamis (26/3/2020).


Berita Terkait:


Vivalytic Bisa Tes Covid-19 Tanpa Laboratorium

Selain bisa mengeluarkan hasil tes secara 'ekspres', Vivalytic juga bisa dioperasikan di berbagai fasilitas medis tanpa memerlukan laboratorium khusus.

Menurut penjelasan di situs Bosch, pengetesan Vivalytic dilakukan dengan cara:

  • Mengambil sampel lendir dari hidung atau tenggorokan pasien dengan metode swab;
  • Sampel dimasukkan ke cartridge atau wadah khusus;
  • Cartridge berisi sampel itu dimasukkan ke alat analisis Vivalytic, dan hasilnya akan keluar kurang dari 2,5 jam;
  • Selama analisis berjalan, tenaga medis bisa melakukan hal lain, seperti merawat pasien dan lain-lain.

"Dengan alat ini tak perlu ada pengiriman sampel (ke laboratorium) yang sangat memakan waktu. Artinya, pasien bisa mendapat kepastian lebih cepat, dan individu yang terinfeksi bisa segera diidentifikasi dan diisolasi," jelas Bosch.

"Vivalytic didesain agar mudah digunakan, bahkan oleh tenaga medis yang belum pernah ikut pelatihan khusus untuk melakukan pengetesan (Covid-19)," lanjut mereka.

Vivalytic akan diujicobakan lebih lanjut di Jerman pada April 2020. Setelahnya, alat ini akan dipasarkan di negara-negara Eropa dan kawasan lainnya.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

RS di Jalur Gaza Kewalahan Tampung Pasien Covid-19

Kabar Baru Jam 7

Kisah Pendamping Program Keluarga Harapan Edukasi Warga Cegah Stunting

Siapkah Sekolah Kembali Tatap Muka?

Eps8. Food Waste