Filipina Mulai Batasi Pendatang dari China, Indonesia Masih Tunggu Saran WHO

"Kami mengambil langkah proaktif ini untuk memperlambat perjalanan (warga China), dan mungkin bisa membantu mencegah masuknya virus 2019-nCov (ke Filipina)," kata pejabat keimigrasian Filipina.

BERITA | NASIONAL | INTERNASIONAL

Selasa, 28 Jan 2020 14:28 WIB

Author

Adi Ahdiat

Filipina Mulai Batasi Pendatang dari China, Indonesia Masih Tunggu Saran WHO

Ilustrasi: Terminal Kedatangan Internasional di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Senin (27/1/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Untuk mencegah penyebaran virus Corona Wuhan, pemerintah Filipina mulai membatasi kedatangan warga China ke negaranya.

Pembatasan itu dilakukan Filipina dengan menyetop sementara layanan Visa on Arrival (VoA) untuk warga China.

Dengan penghentian layanan VoA, warga China tak bisa memperoleh izin kunjungan secara langsung di Filipina, melainkan harus mengurus visa terlebih dulu di negaranya sendiri.

"Kami mengambil langkah proaktif ini untuk memperlambat perjalanan (warga China), dan mungkin bisa membantu mencegah masuknya virus 2019-nCov (ke Filipina)," kata Jaime Morente, pejabat keimigrasian Filipina kepada Reuters, Selasa (28/1/2020).

Menurut laporan Komisi Kesehatan Nasional China, jumlah pengidap virus Corona Wuhan di China meningkat drastis dalam sehari, dari sekitar 2.700 orang pada Senin (27/1/2020) menjadi sekitar 4.500 orang pada Selasa (28/1/2020).

Virus ini juga sudah menewaskan sekitar 100 orang dan sudah muncul di sejumlah negara di Asia meliputi Jepang, Korea Selatan, Vietnam, Singapura, Thailand, dan Malaysia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut virus tersebut sebagai 2019-nCoV atau virus korona Novel.


Berita Terkait:


Indonesia Masih Tunggu Saran WHO

Tak seperti Filipina, pemerintah Indonesia belum mengambil langkah tegas untuk membatasi masuknya pendatang dari China.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan Indonesia masih menunggu saran dari organisasi kesehatan dunia WHO.

"Nanti kalau WHO sudah merekomendasikan sesuatu, baru kami bersama Menkes dan Menlu akan membahas tentang kemungkinan-kemungkinan lain," kata Menhub Budi, seperti dilansir Antara, Selasa (28/1/2020).

Menhub Budi menyebut sekarang ini pemerintah baru sekedar menutup penerbangan rute Indonesia-Wuhan dan Wuhan-Indonesia, kota asal munculnya virus misterius tersebut.

"Kami juga sudah mengumpulkan seluruh operator bandara maupun pelabuhan mengenai sosialisasi penyebaran virus Corona (Wuhan), kami juga mengimbau agar setiap petugas selalu mengenakan masker," lanjutnya.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Menteri Keuangan India Dituduh Politisasi Pembagian Vaksin Covid-19 Gratis

Implementasi B30 di Masa Pandemi

Kabar Baru Jam 7

Valentino Rossi Akan Kembali Ke Arena Balap Pada MotoGP Eropa

Kisruh Rencana Pengadaan Mobil Dinas Pimpinan KPK