Pendengar Podcast Politik Doyan Minuman Keras?

Menurut survei Nielsen di AS, kelompok penyuka podcast bergenre politik suka membeli minuman keras, hingga melebihi rata-rata warga lainnya.

BERITA | INTERMEZZO

Rabu, 02 Okt 2019 17:09 WIB

Author

Adi Ahdiat

Pendengar Podcast Politik Doyan Minuman Keras?

Ilustrasi: Toko minuman keras di AS. (Foto: Pxhere)

KBR, Jakarta- Komunitas pendengar podcast terus bertambah tiap tahunnya. Perusahaan-perusahaan pun kian tertarik beriklan di media "baru" ini.

Tapi, produk apa yang kira-kira akan laku di kalangan pendengar podcast? Seperti apa pilihan konsumsi mereka?

Untuk menjawab pertanyaan semacam itu, lembaga survei Nielsen mengadakan studi tentang kebiasaan belanja pendengar podcast di Amerika Serikat (AS).

Dan hasilnya cukup menarik. Menurut temuan Nielsen, kelompok pendengar podcast politik di sana lebih suka membeli minuman keras, hingga melebihi rata-rata warga lainnya.


Beda Genre, Beda Gaya Belanja

Dalam laporan Nielsen Podcast Insights, A Marketer's Guide to Podcasting (2018), Nielsen menjelaskan bahwa pendengar podcast punya genre favorit serta gaya belanja berbeda-beda.

Menurut survei Nielsen, penyuka podcast berita politik lebih suka belanja liquor dan wine di atas rata-rata.

Perilaku "doyan minuman keras" itu juga ditemukan pada penyuka podcast bergenre bisnis, musik, seni, sains, gaya hidup, dan teknologi.

Beda lagi dengan penyuka podcast komedi. Menurut survei Nielsen, kelompok ini lebih suka belanja makanan bayi dan teh, hingga melebihi rata-rata warga AS.

"Statistik ini adalah indikator kuat untuk brand, untuk menyesuaikan iklan produknya dengan genre podcast dan konsumen," kata Sales Director Nielsen Audio Bruce Supovitz dalam laporannya.

Sayangnya, survei semacam itu belum ada di Indonesia, sehingga pasar podcast dalam negeri masih sulit dibaca. 

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERMEZZO

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Sejumlah Daerah Protes Hasil Survei Indeks Kerukunan Umat Beragama

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14