Share This

Apa Risiko Tidur Kurang dari 8 Jam?

Untuk mendapakan kesehatan fisik dan mental yang optimal, remaja membutuhkan 8-10 jam tidur di malam hari.

INTERMEZZO , BERITA

Rabu, 03 Okt 2018 14:15 WIB

Author

Pricilia Indah Pratiwi

Apa Risiko Tidur Kurang dari 8 Jam?

Ilustrasi (Foto: nitikornfotolia / Fotolia)

KBR - Sebuah penelitian menunjukan, sekitar 7 dari 10 siswa sekolah menengah di Amerika Serikat rata-rata tidur kurang dari 8 jam setiap malam. Padahal, untuk mendapakan kesehatan fisik dan mental optimal, remaja membutuhkan 8-10 jam tidur pada malam hari.

Remaja di AS yang memiliki jam tidur kurang dari enam jam ditemukan cenderung terlibat dalam perilaku berisiko. Misalnya, menggunakan alkohol, tembakau, ganja, merokok, dan hubungan seks tidak aman.

Dilansir dari Medical Express, mereka yang tidur kurang dari enam jam lebih dari tiga kali, lebih mungkin untuk mempertimbangkan atau mencoba bunuh diri dan empat kali lebih mungkin untuk mencoba bunuh diri yang menghasilkan perawatan.

Peneliti di Brigham dan Rumah Sakit Perempuan memeriksa hampir 68.000 survei yang diselesaikan oleh siswa sekolah menengah antara 2007 dan 2015. Hanya 30 persen dari siswa dalam penelitian itu yang melaporkan rata-rata tidur lebih dari delapan jam pada malam hari.

"Kami menemukan kemungkinan perilaku tidak aman oleh siswa sekolah menengah meningkat secara signifikan dengan lebih sedikit jam tidur," kata penulis utama Mathew Weaver dari Divisi Gangguan Tidur dan Gangguan Circadian di Rumah Sakit Brigham dan Perempuan.

Ia mengatakan, perilaku pengambilan risiko keselamatan pribadi merupakan hal yang bisa mengakibatkan kecelakan dan bunuh diri. Di mana keduanya merupakan penyebab utama kematian di kalangan remaja.

"Tidur yang tidak cukup di masa muda menimbulkan banyak masalah kesehatan masyarakat, termasuk kesehatan mental, penyalahgunaan zat, dan kecelakaan kendaraan bermotor," kata penulis senior Elizabeth Klerman yang juga direktur Unit Pemodelan Analitik, Divisi Gangguan Tidur dan Gangguan sirkadian di Rumah Sakit Brigham dan Perempuan.

Dikutip dari Reuters, peneliti mengungkapkan salah satu keterbatasan dari penelitian ini adalah data jam tidur dan perilaku berisiko dinilai berdasarkan laporan dari para remaja. Selain itu, ada faktor-faktor yang  tidak diukur yang mungkin saja memengaruhi waktu tidur dan perilaku berisiko.

Direktur Program Kedokteran Neurologi Pediatrik Tidur di Duke University Medical Center North Carolina, Sujay Kansagra menyarankan agar para orangtua memastikn remaja mendapatkan cukup istirahat.

"Keluarga harus bekerja sama untuk menetapkan pedoman untuk tidur dan mencapai misalnya peningkatan nilai, suasana hati yang lebih baik, dan lebih banyak energi. Orang tua harus menghentikan penggunaan kafein di malam hari karena dapat mengganggu tidur," tutur Kansagra menyarankan, meski tak terlibat dalam penelitian.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.