Share This

Kurangi Sampah Plastik, Restoran di California Batasi Penggunaan Sedotan Plastik

Sejumlah besar produk plastik yang dibuang ke lautan setiap tahun dapat membunuh kehidupan laut.

BERITA , INTERMEZZO

Jumat, 21 Sep 2018 09:41 WIB

Ilustrasi (Foto: shutterlock)

KBR - Restoran di California akan segera berhenti menyediakan sedotan plastik, kecuali pelanggan meminta secara eksplisit. Kebijakan itu berdasarkan undang-undang baru yang ditandatangani pada Kamis lalu oleh gubernur yang ‘ramah lingkungan’.

Dilansir dari AFP (21/9/2018), gubernur Jerry Brown berharap tindakan tersebut akan memacu orang lain agar berhenti dan berpikir tentang alternatif lain sebelum meminta sedotan.

"Kita harus menemukan cara untuk mengurangi dan pada akhirnya menghilangkan produk plastik sekali pakai," ujar Brown yang juga seorang ahli lingkungan yang memerangi perubahan iklim.

Berdasarkan undang-undang baru, restoran yang tidak mematuhi akan mendapatkan dua peringatan sebelum didenda maksimal $ 300 per tahun.

Brown memperingatkan bahwa apapun bentuk dari plastik akan ‘mencekik planet bumi’. Ia merujuk ke sejumlah besar produk plastik yang dibuang ke lautan setiap tahun yang dapat membunuh kehidupan laut.

"Plastik telah membantu memajukan inovasi dalam masyarakat kita, tetapi kegilaan kita dengan kenyamanan sekali pakai telah menyebabkan konsekuensi yang membawa bencana," katanya.

Undang-undang baru ini muncul di tengah meningkatnya kesadaran di seluruh dunia tentang krisis limbah plastik global.

Uni Eropa pada bulan Mei lalu telah mengusulkan larangan luas penggunaan plastik sekali pakai seperti sedotan, sendok, garpu, dan cotton buds. Dan mendesak koleksi botol minuman plastik pada 2025.

Tahun depan, Perancis berencana untuk memperkenalkan sistem penalti yang akan meningkatkan biaya barang-barang konsumsi yang terbuat dari plastik, termasuk piring, cangkir, dan peralatan. (Mlk)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.