1,8 Juta Vaksin dari Sinovac Tiba di Jakarta, Segera Menyusul 15 Juta Dosis Vaksin

Presiden Joko Widodo mengatakan selain dari perusahaan Sinovac asal Tiongkok, Indonesia juga telah mengamankan pasokan vaksin dari Novavax (AS), AstraZeneca (Inggris) dan BioNTech-Pfizer (Jerman-AS).

BERITA | NASIONAL | RAGAM

Kamis, 31 Des 2020 19:33 WIB

Author

Astri Septiani

1,8 Juta Vaksin dari Sinovac Tiba di Jakarta, Segera Menyusul 15 Juta Dosis Vaksin

Aparat Brimob mengawal truk pembawa vaksin buatan Sinovac di Terminal Kargo Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Kamis (31/22/2020). (Foto: ANTARA/M Iqbal)

KBR, Jakarta - Sebanyak 1,8 juta dosis Vaksin Covid-19 produksi perusahaan farmasi asal China, Sinovac, telah tiba di Indonesia pada Kamis, 31 Desember 2020.

Kedatangan vaksin itu langsung disampaikan Presiden Joko Widodo melalui akun Twitter.

"Sebanyak 1,8 juta vaksin COVID-19 kembali tiba di Tanah Air dengan pesawat Garuda Indonesia, siang tadi. Kedatangan vaksin dari perusahaan Sinovac ini adalah yang kedua kalinya setelah 1,2 juta vaksin Sinovac yang tiba 6 Desember lalu," kata Jokowi melalui akun Twitternya, Kamis (31/12/2020).

Presiden Joko Widodo mengatakan selain vaksin dari perusahaan Sinovac asal Tiongkok, Indonesia juga telah mengamankan pasokan vaksin dari Novavax (AS), AstraZeneca (Inggris) dan BioNTech-Pfizer (Jerman-AS).

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan, selanjutnya vaksin ini akan dikirim ke PT Bio Farma di Bandung Jawa Barat untuk disimpan sesuai protokol penyimpanan vaksin yang aman sesuai standar organisasi kesehatan dunia WHO.

Kata Retno, dalam waktu dekat diharapkan 15 juta dosis vaksin dalam bentuk bahan baku dari Sinovac akan tiba di Indonesia akan dimanufaktur oleh Bio Farma.

Pemerintah Indonesia, kata dia, terus menjalin komunikasi untuk mengamankan suplai vaksin Covid-19 dari berbagai sumber lain.

"Kemarin, Indonesia telah menandatangani komitmen suplai dari Novavax dengan menggunakan platform protein subunit rekombinan yang berasal dari Amerika Serikat sebesar 50 juta dosis. Kemudian dengan AstraZeneca menggunakan platform viral vector berasal dari Inggris, juga sebesar 50 juta. Secara paralel pembicaraan berkesinambungan juga sedang dilakukan dengan Pfizer yang berasal dari Amerika Serikat dan Jerman," kata Retno di kanal Youtube Sekretariat Presiden (31/12/2020).

Retno menambahkan, sejauh ini pemerintah Indonesia telah mengirimkan dua dokumen aplikasi yaitu vaccine request dan technical assistant form kepada inisiatif global COVAX pada November dan Desember lalu.

Selanjutnya, melalui diplomasi pemerintah akan terus mengawal submisi dokumen lainnya yaitu vaccine request form part B mengenai identifikasi yang akan diserahkan pada 8 Januari 2021. Serta cold chain equipment atau CCE support request terkait dengan kapasitas teknis penyediaan sistem pendingin vaksin pada kuartal pertama 2021.

Ia menyebut Kementerian Kesehatan dan Kementerian Luar Negeri serta pihak-pihak lain akan terus berkoordinasi erat untuk memastikan semua infrastruktur logistik vaksin di dalam negeri sesuai kebutuhan jenis vaksin yang dipesan dari jalur multilateral.

Editor: Agus Luqman

(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Pesan untuk Kapolri Baru terkait Catatan Pelanggaran HAM

Sudah Negatif Covid, Perlu Swab Ulang?

Kabar Baru Jam 8

Strategi Pengusaha Hotel dan Resto Merespons PPKM