Wadah Pegawai KPK: Bukan Tak Mungkin, Pimpinan Baru Juga Diteror

"Cara menghentikan teror terhadap KPK, ya dengan cara mengungkap pelakunya. Karena tidak tertutup kemungkinan pada periode (kepemimpinan baru) jilid ini, teror-teror pasti akan juga tetap terjadi."

BERITA | NASIONAL

Jumat, 20 Des 2019 14:30 WIB

Author

Fadli Gaper, Astri Yuana

Wadah Pegawai KPK: Bukan Tak Mungkin, Pimpinan Baru Juga Diteror

Pekerja memperbaiki tulisan

KBR, Jakarta- Wadah pegawai KPK meminta pimpinan baru lembaga antirasuah menuntaskan kasus teror dan penyerangan yang menimpa pimpinan serta penyidik.

Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo mengatakan, kalau kasus teror dan penyerangan tidak diselesaikan, maka pimpinan baru KPK juga akan mengalami hal yang serupa.

"Kemarin juga pimpinan yang lama memberikan induksi (informasi awal) kepada pimpinan baru, bahwa kasus (teror) ini harus diselesaikan, jadi tugas mereka bukan hanya untuk memberantas korupsi saja, tapi juga untuk mengungkap kasus-kasus teror," tutur Yudi Purnomo Harahap, Ketua Wadah Pegawai KPK kepada KBR via telepon pada (20/12/2019).

Yudi merinci sejumlah kasus teror yang belum terungkap dan terselesaikan.

Di antaranya, penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan. Pelemparan bom molotov ke rumah pimpinan KPK Agus Rahardjo dan Laode M Syarif.

Kasus lainnya yakni penganiayaan penyidik KPK di Hotel Borobudur, Jakarta. Meski sudah diketahui tersangkanya, namun penyelesaian kasus ini belum rampung.

Tak hanya itu, terjadi juga perampasan laptop pegawai KPK. Laptop tersebut berisi sejumlah info kasus korupsi.

"Cara menghentikan teror terhadap KPK, ya dengan cara mengungkap pelakunya. Karena tidak tertutup kemungkinan pada periode (kepemimpinan baru) jilid ini, teror-teror pasti akan juga tetap terjadi. Karena teror ini terjadi karena KPK bekerja. Kecuali kalau memang KPK tidak bekerja, ya siapa yang mau meneror?" pungkasnya.

Menyikapi sejumlah kasus teror yang belum diselesaikan, khususnya kasus penyiraman air keras kepada penyidik Novel Baswedan.

KPK kemarin, Kamis (19/12/2019) menyalakan kembali "Layar Hitung Waktu" Novel Baswedan. Yudi menyebut, layar hitung merupakan simbol pengingat untuk menunjukan waktu hampir 1000 hari pelaku penyerangan Novel tak juga terungkap.

Siang ini, Presiden Jokowi resmi melantik sejumlah pimpinan baru KPK periode 2019-2023. Tak hanya pimpinan, presiden juga melantik Dewan Pengawas KPK.

Editor: Ardhi Rosyadi 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Erlin: Edutrip Hadir untuk Meningkatkan Minat Anak ke Museum