2020, BNPB Bakal Tingkatkan Standar Siaga Bencana di '10 Bali Baru'

"Karena pemerintah fokus penerimaan negara dari pariwisata, maka BNPB bersama Kemenpar menyusun sebuah konsep, yakni BPBD akan kita jadikan berstandar internasional."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 31 Des 2019 11:41 WIB

Author

Adi Ahdiat

2020, BNPB Bakal Tingkatkan Standar Siaga Bencana di '10 Bali Baru'

Peta kawasan Tanjung Lesung, Banten, salah satu destinasi wisata prioritas yang terdampak tsunami Desember 2018 lalu. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berniat meningkatkan standar penanggulangan bencana di 10 destinasi wisata prioritas 'Bali Baru'.

Destinasi prioritas itu meliputi Danau Toba, Kepulauan Seribu, Pulau Morotai, Tanjung Kelayang, Wakatobi, Tanjung Lesung, Candi Borobudur, Mandalika, Gunung Bromo, dan Labuan Bajo.

"Karena pemerintah fokus penerimaan negara dari pariwisata, maka BNPB bersama Kemenpar menyusun sebuah konsep, yakni BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) akan kita dukung, kita lengkapi, dan akan kita jadikan BPBD berstandar internasional," jelas Kepala BNPB Doni Monardo di situs resminya, Senin (30/12/2019).


Berita Terkait: KEK Tanjung Lesung, Belum Ada Fasilitas Darurat Bencana di Master Plan-nya


SDM dan Rencana Tata Ruang

Peningkatan standar siaga bencana di 10 'Bali Baru' akan dilakukan dengan dukungan sumber daya manusia (SDM) dari berbagai lembaga negara.

"Nantinya, BPBD di daerah-daerah pariwisata prioritas akan didukung langsung oleh pemerintah pusat. Dukungan tersebut antara lain berupa lembaga otonom dari BMKG, Badan SAR Nasional (Basarnas), unsur TNI AL dan AU, serta polisi pariwisata. Penerapan dukungan ini sudah berlaku di Bali," jelas BNPB di situs resminya.

Selain memberi dukungan lewat lembaga di atas, pemerintah pusat akan menyiapkan SDM pakar sesuai dengan kerentanan bencana di tiap destinasi.

"Misalnya, Labuan Bajo yang dekat dengan Gunung berapi Rinjani dan Tambora akan didukung oleh pakar geologi," jelas BNPB.

Kepala BNPB Doni Monardo juga akan memberi saran rencana tata ruang kepada pemerintah daerah di destinasi wisata prioritas.

"Misalnya, jangan membuat bangunan di kemiringan sekian karena rawan longsor. Kita tidak mau ada wisatawan yang celaka, sedang duduk di bawah tebing lalu kena batu lepas. Jangan sampai wisatawan tidak mau datang karena hal tersebut," kata Doni.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Erlin: Edutrip Hadir untuk Meningkatkan Minat Anak ke Museum