Longsor Landa Cilacap, Desa Ini Terisolir

Hujan intensitas tinggi di Cilacap, Jawa Tengah mengakibatkan banjir dan longsor di sejumlah kecamatan di bagian barat kabupaten tersebut.

BERITA | NUSANTARA

Sabtu, 03 Des 2016 14:31 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

Longsor Landa Cilacap, Desa Ini Terisolir

Jalan amblas di Desa Negarajati Kecamatan Cimanggu, Cilacap. (Foto: BPBD Cilacap)

KBR, Cilacap – Hujan intensitas tinggi di Cilacap, Jawa Tengah mengakibatkan banjir dan longsor di sejumlah kecamatan di bagian barat kabupaten tersebut. Bahkan sebuah desa, yakni Desa Palugon, Kecamatan Wanareja terisolir akibat putusnya akses jalan penghubung menuju desa.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wilayah Majenang, Edi Sapto Priyono menjelaskan, jalan menuju Desa Palugon amblas. Selain itu longsor menuju desa tersebut masih terus bergerak sehingga petugas belum bisa melakukan penanganan.

"Ini terjadi merata di beberapa desa mulai dari Karangpucung, Cimanggu, Majenang hingga Kecamatan Dayeuhluhur. Ini untuk Dayeuhluhur juga ada beberapa lokasi yang longsor. Itu akses jalan kabupaten yang putus yang menghubungkan Desa Hanum menuju Desa Palugon," jelas Edi di Cilacap, Sabtu (3/12/2016).

Kepala UPT BPBD Wilayah Majenang, Edi Sapto menambahkan, rencananya penanganan tanggap darurat dilakukan setelah pergerakan tanah berhenti atau lebih stabil. Sebab kata dia, panjang luncuran di titik Desa Palugon mencapai 200 meter dengan luasan lahan yang bergerak mencapai empat hektar.

Sedangkan bidang jalan yang terputus mencapai 125 meter.

"Itu terputus total sehingga terisolir, jadi belum bisa untuk akses jalan. Informasi dari Kepala Desa Hanum memang seperti itu, pergerakan tanah masih terus berlangsung sehingga belum bisa ditangani," katanya.

Baca:

Untungnya, Edi melanjutkan, luncuran terjadi di areal perkebunan dan lahan pertanian warga sehingga tak menimbulkan korban jiwa. BPBD telah menerjunkan tim untuk memantau tanah bergerak tersebut.

Selain longsor di Desa Hanum, Kecamatan Dayeuhluhur, sejumlah longsoran lain dilaporkan terjadi di Kecamatan Cimanggu dan Karengpucung. Antara lain di Ciruyung sebanyak tiga titik, di Desa Negara Jati Kecamatan Cimanggu. Kemudian jalan amblas dengan kedalaman lebih dari 50 centimeter berakibat pada putusnya akses jalan antar-desa.

Kendati tak menimbulkan korban jiwa, Edi memperkirakan kerugian akibat longsor dan tanah amblas mencapai ratusan juta rupiah.

Baca: Korban Banjir Cilacap Mulai Terserang Penyakit

Sementara itu, informasi yang diperoleh KBR, banjir yang merendam Kecamatan Sidareja masih berlangsung. Hanya saja, apabila Kamis (1/12/2016) lalu terdapat lima desa yang terendam, kini tersisa dua desa yang masih terendam. Yakni, Desa Sidareja dan Gunungreja.

Genangan air di kedua desa itu diperkirakan belum bisa surut dalam waktu dekat sebab intensitas hujan di daerah itu masih tinggi. (ika)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Jumlah Korban Jiwa Akibat Infeksi Virus Corona di Cina Meningkat

Pemkot Balikpapan Menghimbau Warganya Agar Tak Ke Luar Negeri Sehubungan Virus Corona Wuhan

Menyoal Upaya Pemerintah Indonesia Antisipasi Penyebaran Corona Wuhan

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7