Kerumunan Saat Pandemi Covid-19, Polda Metro Periksa Wagub Jakarta

"Jadi tidak ada yang saya tambahkan dan tidak ada yang saya kurangi. Mudah-mudahan keterangan saya bisa memberi manfaat, memberikan kejelasan."

NASIONAL | RAGAM

Senin, 23 Nov 2020 14:00 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Kerumunan Saat Pandemi Covid-19, Polda Metro Periksa Wagub Jakarta

Wagub Jakarta Ahmad Riza Patria tiba di Polda Metro, Jakarta, Senin (23/11). (Antara/Galih Pradipta)

KBR, Jakarta-   Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memenuhi undangan Polda Metro Jaya untuk klarifikasi terkait acara kerumunan yang dihadiri  Rizieq Shihab. Ia tiba di Mapolda Metro Jaya sekitar pukul 11.00 WIB.

Ahmad Riza Patria berjanji akan kooperatif dengan memberikan fakta dan data yang ia ketahui kepada penyidik kepolisian.

"Jadi tidak ada yang saya tambahkan dan tidak ada yang saya kurangi. Mudah-mudahan keterangan saya bisa memberi manfaat, memberikan kejelasan. Sehingga terang-benderang apa yang diharapkan semua pihak secara adil, secara proporsional," kata Riza Patria di Polda Metro Jaya, Senin (23/11/2020).

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menjelaskan, sesuai undangan ia diminta klarifikasi terkait kerumunan yang terjadi di Petamburan. Namun dia  menegaskan akan menyampaikan apapun pertanyaan penyidik meski di luar kerumunan Petamburan.

Ia mengaku membawa sejumlah berkas aturan-aturan Pemprov DKI terkait penanganan pandemi di Ibu Kota.

Selain Riza Patria, polisi juga telah memintai keterangan sejumlah pihak di antaranya Gubernur DKI Anies Baswedan hingga penyelenggara acara di Petamburan. 

Sebelumnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menemukan adanya kasus Covid-19 dari klaster kerumunan acara yang dihadiri Rizieq Shihab. Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Muhammad Budi Hidayat memaparkan, sejauh ini sudah ada 50 kasus positif di Tebet, 30 di Petamburan, sementara ada 15 orang yang menunggu hasil pemeriksaan di Puncak, Kabupaten Bogor.

Budi meminta masyarakat yang menghadiri acara itu dan merasa menjalin kontak dengan pasien positif, untuk melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari.

"Apabila selama melakukan karantina di rumah mengalami gejala terinfeksi Covid-19 seperti gejala batuk, pilek, sesak napas, sakit tenggorokan, serta hilang indra penciuman dan perasa, segera kunjungi puskesmas terdekat untuk dilakukan tes usap atau PCR test," kata Budi saat konferensi pers daring Satgas Covid-19, Minggu (22/11/2020) sore.

Editor: Rony Sitanggang


(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Program Vaksinasi COVID-19 Tahap Kedua

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Tetap Aman dan Sehat Beraktivitas Saat Pandemi

Catatan Vaksin Mandiri