ESDM: Produksi Migas Indonesia Akan Terus Turun Sampai 2050

"Sejak 18 tahun yang lalu saat ditemukannya Lapangan Gas Abadi, belum ditemukan lagi cadangan migas nasional yang siginifikan."

BERITA | NASIONAL

Rabu, 27 Nov 2019 17:45 WIB

Author

Adi Ahdiat

ESDM: Produksi Migas Indonesia Akan Terus Turun Sampai 2050

Ilustrasi. (Foto: Pexels)

KBR, Jakarta- Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudy Suhendar menyebut produksi migas Indonesia terus menurun.

"Hal ini bisa terlihat dari tren grafik lifting migas lima tahun terakhir yang terus mengalami penurunan," kata Rudy, seperti dilansir situs Kementerian ESDM, Rabu (27/11/2019).

"Rendahnya tingkat temuan cadangan baru dan tidak adanya cadangan migas berkapasitas raksasa, maka produksi migas Indonesia diprediksi akan terus berada dalam tren penurunan, bahkan hingga tahun 2050," kata dia lagi.

Menurut laporan Kementerian ESDM, produksi migas yang rendah itu membuat Indonesia harus mengimpor sekitar 74 persen kebutuhan gas elpiji nasional. Sedangkan untuk Bahan Bakar Minyak (BBM), impornya sekitar 38 persen.


Baca Juga:


Eksplorasi ke Indonesia Timur

Untuk mengatasi rendahnya produksi migas, Rudy menyebut saat ini pemerintah berupaya mendorong eksplorasi cadangan migas baru dengan berbagai cara. Mulai dari melonggarkan perizinan migas, menarik aliran investasi, serta mengadakan kerja sama dengan pihak swasta.

"Sejak 18 tahun yang lalu saat ditemukannya Lapangan Gas Abadi, belum ditemukan lagi cadangan migas nasional yang siginifikan, sehingga produksi migas kita 85 persen bergantung pada lapangan yang sudah mature," kata Rudy.

"Adapun tantangan ke depan di sektor hulu migas adalah menemukan cadangan migas yang besar. Badan Geologi juga telah melakukan survei umum di beberapa lokasi di Kawasan Timur Indonesia," jelasnya.

Menurut Rudy, Indonesia memiliki 128 Cekungan atau kawasan endapan mineral yang berpotensi menyimpan cadangan migas. Namun hingga sekarang baru ada 54 Cekungan yang sudah dieksplorasi.

"Masih ada 74 Cekungan yang belum disentuh dengan cadangan terbukti dan cadangan potensi minyak bumi mencapai 7,5 miliar barel," jelas Rudy.

Rudy pun berharap agar kalangan ahli dan praktisi geologi dan geofisika bisa mengembangkan teknologi untuk eksplorasi dan eksploitasi cadangan migas di wilayah perairan dalam.

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme