Share This

Perusahaan Ingkar, Pekerja di Pabrik Es Krim AICE Kembali Mogok

Ketua SGBBI Panji Novembri mengatakan, aksi mogok dilakukan sejak 17 November hingga 2 Desember mendatang. Dia mengungkapkan, aksi ini merupakan lanjutan dari mogok yang dilakukan awal bulan ini.

BERITA , NASIONAL

Minggu, 19 Nov 2017 19:10 WIB

Author

Bambang Hari

Perusahaan Ingkar, Pekerja di Pabrik Es Krim AICE Kembali Mogok

Ilustrasi AICE. (Foto: AICE.go.id)

KBR, Jakarta - Sebanyak 664 pekerja PT Alpen Food Industry kembali mogok kerja. Aksi ratusan pekerja yang tergabung dalam Serikat Gerakan Buruh Bumi Indonesia (SGBBI) merupakan bentuk menagih janji manajemen produsen es krim AICE.

Ketua SGBBI Panji Novembri mengatakan, aksi mogok dilakukan sejak 17 November hingga 2 Desember mendatang. Dia mengungkapkan, aksi ini merupakan lanjutan dari mogok yang dilakukan awal bulan ini. Menurut Panji, aksi mogok kerja terpaksa dilakukan lantaran perusahaan dianggap tidak menepati janji untuk memenuhi tuntutan buruh.

Salah satunya, memperkerjakan kembali karyawan yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Selain itu kata Panji, perusahaan juga dianggap mengingkari janji untuk mengangkat para pekerja, sesuai pasal 59 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003, tentang Ketenagakerjaan.

"Perusahaan akan patuh kepada pasal 59 (UU Ketenagakerjaan--red). Dan kawan-kawan kami yang di-PHK akan dipekerjakan kembali. Karena ada itikad baik dari perusahaan, makanya kami memutuskan untuk berhenti mogok, dan tanggal 6 November, kami melanjutkan bekerja lagi. Saat itu juga kami tagih komitmen perusahaan untuk kembali memperkerjakan pekerja yang di-PHK, tapi justru dipersulit," jelas Panji saat dihubungi KBR, Minggu (19/11) siang.

Panji melanjutkan, para pekerja yang mengalami PHK diwajibkan membuat surat lamaran baru apabila ingin dipekerjakan kembali di perusahaan tersebut. Ditambah lagi, pekerja juga diminta menandatangani kontrak kerja yang baru.

"Itu kami anggap sangat memberatkan rekan-rekan kami yang kena PHK. Karena apabila kembali melamar dan menendatangani kontrak yang baru, akan ada sebagian hak yang hilang. Seharusnya mereka diizinkan bekerja kembali tanpa harus melamar ulang."



Para pekerja di PT. Alpen Food Industry, sebelumnya juga sudah menggelar mogok kerja selama 15 hari pada 2-16 November 2017. Namun aksi berakhir pada 6 November karena manejemen perusahaan menjanjikan akan memenuhi tuntutan para pekerja. Janji tersebut kata Panji, diungkapkan saat mediasi antara pihak perusahaan dengan serikat pekerja. Dalam perundingan itu ujarnya, juga dihadiri perwakilan dari Kementerian Tenaga Kerja.

Ratusan pekerja di perusahaan produsen AICE tersebut menuntut manajemen PT Alpen Food Industry untuk memenuhi sejumlah hak karyawan. Di antaranya perlindungan kerja, upah, juga jaminan kesehatan.

"Pekerja di sana hanya berstatus kontrak dan hanya menerima upah sesuai jumlah kehadiran. Upah pokok buruh sebesar Rp3,5 juta akan dipotong sesuai jumlah hari kerja. Belum lagi setiap pekerja yang ingin bekerja di pabrik es krim Aice masuk melalui calo dikenai biaya masuk kisaran Rp2 hingga Rp3,5 juta. Selain itu pekerja juga tidak mendapatkan fasilitas BPJS Kesehatan, tunjangan makan, transportasi hingga cuti."

Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.