Tutup Mubes Pemuda Pancasila, Wapres Ajak Awasi Separatisme dan Radikalisme

“Diperspektif Islam, Pancasila disebut sebagai kalimatun sawa, yaitu titik temu yang menyatukan kesepakatan seluruh rakyat Indonesia. "

BERITA | NASIONAL

Senin, 28 Okt 2019 11:58 WIB

Author

Dwi Reinjani

Tutup Mubes Pemuda Pancasila, Wapres Ajak Awasi Separatisme dan Radikalisme

Sambutan Presiden Joko Widodo saat membuka Mubes Pemuda Pancasila di Jakarta, Sabtu (26/10). (Foto: Antara/Reno)

KBR, Jakarta-  Wakil Presiden Maruf Amin menyebut arti Pancasila dalam Islam merupakan urun rembuk, kesepakatan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan. Hal itu ia sampaikan dalam acara penutupan Musyawarah Besar X Pemuda Pancasila hari ini.

Menurutnya dari arti kata tersebut, maka para pemuda harus paham dan tahu tentang apa yang harus mereka perjuangkan saat ini.

“Diperspektif Islam, Pancasila disebut sebagai kalimatun sawa, yaitu titik temu yang menyatukan kesepakatan seluruh rakyat Indonesia. Karena itu Pancasila adalah merupakan satu alwifaq alwatan, kesepakatan nasional. Karenanya maka negara ini adalah negara kesepakatan yang harus kita jaga.” Ujar Maruf, di hotel Sultan, Senin (28/10/2019).

Salah satu bentuk perjuangan yang harus dilakukan menurut Maruf adalah, melalui dakwah dan politik. Ia mengatakan dari dua hal tersebut maka bisa tercipta suatu gagasan dari buah pemikiran bersama. Dia mengingatkan berdakwah dan berpolitik yang berlandaskan ideologi bangsa yang harus bisa mengawal NKRI.

Lebih jauh Maruf juga mengingatkan agar pemuda Indonesia peka terhadap lingkungan sekitar, apa lagi dalam mengawasi perkembangan radikalisme. Gerakan-gerakan separatis, radikalis dan terorisme harus menjadi fokus  bersama untuk dihentikan .


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik