Menristek Siap Tata Ulang Badan Riset Inovasi Nasional

"Semangat BRIN bukan dikotomi, tapi intinya harus ada agenda riset yang jelas. Itu harus terkait dengan tujuan pembangunan kita," kata Menristek dan Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 24 Okt 2019 07:38 WIB

Author

Astri Septiani

Menristek Siap Tata Ulang Badan Riset Inovasi Nasional

Menristek dan Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga)

KBR, Jakarta - Menteri Riset Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan, dalam 100 hari jabatannya, ia akan fokus menyiapkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Badan itu akan ditata kembali sesuai amanat Undang-Undang tentang Sistem Penelitian. 

Kata Bambang, nantinya BRIN tidak akan membeda-bedakan aktivitas penelitian dan riset berdasarkan siapa pelaksana yang membuatnya. Sesuai harapan dan arahan Presiden Joko Widodo, ujar Bambang, anggaran penelitian dan riset yang jumlahnya kecil dan tersebar dimana-mana harus lebih dapat diefektifkan pengelolaannya melalui BRIN.

"Intinya diamanatkan BRIN, itu bukan untuk mengkotak-kotakkan mana riset dilakukan yang disebut sebagai lembaga riset baik pemerintah maupun swasta, dan perguruan tinggi. Semangat BRIN bukan dikotomi, tapi intinya harus ada agenda riset yang jelas. Itu harus terkait dengan tujuan pembangunan kita," kata Bambang usai serah terima jabatan Menristek di Gedung Kemenristek, Jakarta, Rabu (23/10/19). 

Bambang menambahkan, meskipun kewenangan mengelola Pendidikan Tinggi (Dikti) telah dikembalikan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tapi bisa dipastikan bahwa BRIN akan tetap mendukung segala penelitian dan riset yang dilakukan dan dikembangkan oleh kalangan Perguruan Tinggi (PT).

Dilanjutkannya, pemerintah harus fokus membuat kebijakan dan program dengan mengintegrasikan penelitian serta riset dari hulu hingga hilir. Hal itu bertujuan agar riset dasar bisa diupayakan menjadi inovasi, dan dikembangkan menjadi produk inovatif.

"Kemudian integrasi multidisplin, kadang-kadang riset berkualitas dari ilmu single, banyak riset baik apalagi yang menjawab pembangunan itu multidisplin, lintas disiplin, peneliti berbagai background ilmu berbeda untuk berinteraksi. Itu kita ingin dorong. Jangan sampai riset itu hanya kepentingan individu, peneliti atau perguruan tinggi. Riset harus dilakukan untuk menjawab agenda pembangunan bangsa," tambah Bambang.

Soal pelibatan swasta dalam penelitian maupun riset, Menristek dan Kepala BRIN menyatakan, sangat mendukung agar setiap perusahaan swasta mau mengembangkan Research and Development-nya di Indonesia.

"Tentunya, tanggung jawab saya pendekatan pada kalangan swasta. Supaya mereka merubah paradigma, dari hanya merakit, membuat barang berdasarkan pesanan dari kantor pusat. Menjadi barang pengembangan mereka sendiri di Indonesia. Ingin memperbanyak produk Design and Development in Indonesia. Kita ingin dorong dari keberadaan BRIN," pungkas bekas Menteri PPN/Kepala Bappenas itu.

Editor: Fadli Gaper

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

KPK Serukan Penerapan Sertifikasi Sistem Manajemen Antisuap

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13