Share This

Sebar Hoaks Gempa Tsunami Sulteng, Polisi Tangkap 4 Orang

"UUF ditangkap di Sidoarjo tanggal 2 Oktober, dan satu lagi tanggal 2 juga, BK di Manado,","

, BERITA , NASIONAL

Rabu, 03 Okt 2018 15:18 WIB

Ilustrasi: Warga melaju di samping mural (lukisan dinding) komik bertema antihoaks di Kampung Joho, Manahan, Solo, Jawa Tengah, Selasa (18/9). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Kepolisian menangkap 4 orang atas dugaan menyebar berita bohong atau hoaks terkait gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Juru bicara polri  Setyo Wasisto menyatakan menyatakan penangkapan dilakukan setelah menyelidiki 14 akun yang menyebarkan berita bohong.

Kata dia, kepolisian  masih mendalami motif pelaku penyebaran berita bohong terkait gempa dan tsunami.

"Dilakukan pengamanan paksa kepada empat orang yang pertama EW ditangkap di Lombok Timur pada 28 September, kemudian JA di Batam tanggal 30 September, kemudian yang ketiga UUF ditangkap di Sidoarjo tanggal 2 Oktober, dan satu lagi tanggal 2 juga, BK di Manado," ujar Setyo, Rabu (3/10/18).


Setyo menegaskan,  menyebarluaskan berita bohong menyebabkan masyarakat takut dan gelisah. Kata dia  hal itu   menimbulkan kerugian secara ekonomi karena  banyak masyarakat yang membatalkan penerbangan. 

Setyo melanjutkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menyatakan tidak ada  ahli yang bisa memprediksi kapan akan terjadinya gempa dan tsunami. Karena itu,  masyarakat diminta untuk tidak takut dan gelisah dengan berita yang beredar.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.