Share This

BUMN dan Swasta Akan Keroyokan Bangun Rumah Tahan Gempa di Palu

Sejumlah perusahaan konstruksi swasta yang tergabung dalam Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) siap membantu pembangunan kembali rumah di Palu pascagempa.

BERITA , NASIONAL

Selasa, 02 Okt 2018 17:57 WIB

Salah satu bangunan rumah yang tersisa akibat hantaman tsunami pascagempa berkekuatan 7,4 SR di Palu Utara, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/10). (Foto: ANTARA/ Irwansyah P)

KBR, Jakarta - Sejumlah perusahaan konstruksi swasta yang tergabung dalam Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) siap membantu pembangunan kembali rumah di Palu pascagempa. Ketua AKI, Budi Harto mengatakan sudah ada 73 perusahaan yang bersedia.

Namun mereka menunggu hingga proses evakuasi dan pembersihan rampung.

"Kalau sekarang yang di Lombok kan teman-teman BUMN disuruh cetak rumah tahan gempa. Tambah di Palu, ini lebih besar. Jadi teman-teman AKI di luar BUMN itu bersedia juga," kata Budi di Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Para kontraktor akan mengikuti rancangan rumah tahan gempa dari Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR.  Direktur Utama Adhi Karya itu menjelaskan sudah ada sejumlah alat berat yang dikirim ke Palu. 

Dalam waktu dekat, sejumlah alat berat lain dari luar Sulawesi juga rencananya dikirimkan ke sana untuk membantu proses evakuasi dan pembersihan.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.