Share This

Brimob Tembak Brimob Hingga Tewas, Kapolda Jateng: Diduga Motif Pribadi

"Sekarang yang terjadi adalah bahwa saksi-saksi yang diperiksa tidak melihat sama sekali apakah ditembak atau baku tembak. Nanti kita lihat dari hasil autopsi," kata Kapolda Jawa Tengah Condro Kirono.

NASIONAL

Rabu, 11 Okt 2017 14:49 WIB

Widia Primastika
Author

Widia Primastika

Ilustrasi penembakan. (Foto: WikiHow/Creative Commons)

KBR, Semarang - Kepolisian Daerah Jawa Tengah kesulitan menyelidiki motif penembakan yang melibatkan tiga anggota Brimob di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Insiden penembakan terjadi pada Selasa, 11 Oktober 2017 sekitar pukul 18.30 WIB. Tiga orang anggota Brimob Sub Detasemen IV  Brimob Pati, tewas yaitu Brigadir Budi Wibowo (30 tahun), Brigadir Ahmad Supriyanto (35 tahun) dan Brigadir Bambang Tejo (36 tahun). Penembakan terjadi di kawasan pengeboran minyak eksplorasi Sarana Gas Trembul (SGT) 01 di Dukuh Canggah, Desa Trembul, Kecamatan Ngawen, Blora.

Tiga anggota Brimob tersebut sedang ditugaskan sebagai petugas pengamanan pengeboran minyak, selama sebulan bersama sejumlah anggota Brimob lainnya. 

Kapolda Jawa Tengah Condro Kirono mengatakan dugaan sementara motif penembakan karena urusan pribadi. Namun, sayang tidak ada saksi yang melihat kejadian itu. 

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Condro Kirono mengatakan dugaan sementara motif penembakan karena motif pribadi, namun tidak ada saksi yang melihat kejadian tersebut.

"Sekarang yang terjadi adalah bahwa saksi-saksi yang diperiksa tidak melihat sama sekali apakah ditembak atau baku tembak. Nanti kita lihat dari hasil autopsi," kata Condro di Gedung Cendekia, Akpol Semarang, Rabu (11/10/2017).

Salah satu saksi yang diperiksa adalah Brigadir Slamet. Condro Kirono mengatakan, saat kejadian Slamet sedang berada di kamar mandi. Slamet mendengar dua kali suara tembakan dari tempat kejadian perkara. Setelah keluar dari kamar mandi, Slamet sempat bertemu Bambang Tejo---sebelum tewas. Bambang meminta Slamet tidak mendekat, kemudian terdengar suara tembakan satu kali.

Dari hasil olah kejadian perkara Tim Direktorat Kriminal Umum Polda, Laboratorium Forensik, dan Kepala Satuan Brimob, pada saat kejadian sejumlah anggota Brimob bersama para petugas lain lari sesaat setelah mendengar suara tembakan.

Budi Wibowo dan Ahmad Supriyanto tewas dengan luka tembak di badan. Sedangkan Bambang Tejo ditemukan tewas dengan luka tembak di bagian kepala. Di lokasi kejadian ditemukan senjata jenis AK 101 yang berada tak jauh dari Bambang, sedangkan senjata milik Budi dan Ahmad berada di dalam barak.

Saat ini polisi masih mendalami peristiwa tersebut dan menunggu hasil autopsi.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.