INDEF: Aksi Massa Turunkan Minat Investor ke Indonesia

dampak jangka pendek dari aksi protes ini yaitu dapat mengurungkan minat investor berinvestasi di Indonesia.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 24 Sep 2019 17:39 WIB

Author

Valda Kustarini

INDEF: Aksi Massa Turunkan Minat Investor ke Indonesia

aksi mahasiswa menolak pengesahan RUU bermasalah di depan Gedung DPR. (Foto: KBR/Wahyu Setiawan)

KBR, Jakarta - Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menyatakan, aksi massa yang terjadi di beberapa kota di Indonesia dapat berdampak pada melemahnya investasi.

Peneliti INDEF Bhima Yudhistira mengatakan, dampak jangka pendek dari aksi protes ini yaitu dapat mengurungkan minat investor berinvestasi di Indonesia.

Menurut Bhima, keamanan dan kepastian hukum merupakan salah satu indikator mereka berinvestasi di suatu negara.

"Adanya aliran modal asing yang keluar dari Indonesia khususnya di portofolio, di saham itu sudah keliatan. Saya lihat nanti ke logistik juga berisiko juga karena ini terjadi serempak di daerah bahkan sampai ada yang memblokade jalan ya pasti ke logistik ya, logistik apapun, bahan makanan, logistik barang-barang yang ada di daerah-daerah nah itu kelancarannya akan berdampak juga," kata Bhima Yudhitira pada KBR, Selasa (24/9/2019).

Untuk mencegah dampak buruk terkait investasi ini, Bhima meminta pemerintah harus menyelesaikan satu persatu permasalahan kemanan dan politik.

Ia juga mendesak pemerintah untuk mencari jalan keluar secepat mungkin.

Sementara itu, gerakan demonstrasi mahasiswa bergejolak di beberapa daerah di Indonesia. Mereka menuntut pemerintah dan DPR membatalkan pengesahan sejumlah Rancangan Undang-Undang (RUU) bermasalah.

Demonstrasi mahasiswa itu juga memberi sentimen negatif terhadap pergerakan mata uang Rupiah hari ini. Data Bloomberg mencatat, hingga Selasa siang, nilai tukar rupiah berada di  Rp14.105 per dolar Amerika. Padahal, pagi tadi, rupiah sempat dibuka menguat 0,04 persen ke level Rp14.080 per dolar Amerika, dibanding penutupan kemarin sore yang berada di level Rp14.085 per dolar Amerika.

Editor: Kurniati Syahdan
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Perlindungan Hukum untuk Para Pembela HAM Masih Lemah