Share This

Bawaslu: Temuan Pemilih Ganda Masih Berpotensi Bertambah

Bawaslu mengungkapkan untuk sementara ini data ganda dalam Data Pemilih Tetap (DPT) bertambah menjadi 2,6 juta.

BERITA , NASIONAL

Kamis, 13 Sep 2018 18:54 WIB

Ketua Bawaslu Abhan (tengah) saat diskusi di Media Center Bawaslu, Jakarta, Jumat (24/8). (Foto: ANTARA/ Akbar A)

KBR, Jakarta - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mengungkapkan untuk sementara ini data ganda dalam Data Pemilih Tetap (DPT) bertambah menjadi 2,6 juta. Namun menurut Ketua Bawaslu Abhan, jumlah itu masih mungkin bertambah. Mengingat, masih ada data di puluhan kabupaten/kota lagi yang harus disisir.

"Per hari ini, Bawaslu telah menyisir di 460 kabupaten/kota dari 514 jadi ada 54 kabupaten/kota masih kami lakukan penyisiran," kata Abhan di Gedung Bawaslu, Jakarta, Kamis (13/9/2018).

"Dari 460 kabupaten/kota ini pemilih yang kami sisir ada 151.244.567 juta pemilih. Kegandaan nama ditemukan 2.612.814. Persentase 1,7 persen," tambahnya.

Bawaslu menggunakan tiga elemen data untuk menelusuri data ganda. Antara lain nomor induk kependudukan (NIK), nama, dan tanggal lahir. Lembaga ini menggunakan elemen data NIK lengkap dengan 16 digit.

Tim Bawaslu masih perlu menyisir data DPT di 54 kabupaten/kota. Karenanya potensi temuan data ganda itu menurut Abhan masih terbuka.

"Jadi masih ada 54 kabupaten/kota yang datanya belum disisir. Akan diserahkan sisanya data penyisiran ini hari ini. Di daerah juga diserahkan langsung ke KPU."

Meski begitu, Bawaslu tetap menunggu hasil penyempurnaan DPT oleh KPU hingga 15 September 2018. Setelah penyempurnaan tersebut KPU kembali menggelar rapat pleno DPT hasil perbaikan pada 16 September 2018.

"Ya kita lihat tanggal 15 dulu kan selesai atau enggak. Ya nanti kami sampaikan. Ditunda kan nanti kami bisa sampaikan. Hari Minggu ya," pungkas Abhan.

Adapun jumlah DPT nasional Pemilu 2019 dari 34 provinsi telah ditetapkan sebanyak 185.732.093 orang. Jumlah ini terdiri atas 92.802.671 pemilih laki-laki dan 92.929.422 pemilih perempuan.

Para pemilih itu tersebar di 514 kabupaten/kota, 7.201 kecamatan dan 83.370 kelurahan/desa. Jumlah TPS yang disediakan untuk mengakomodasi para pemilih ini sebanyak 805.075 titik TPS.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.