Share This

Apa Sebab Johan Budi Mundur dari TKN Jokowi-Ma'ruf

Politikus PDI Perjuangan Johan Budi memutuskan mundur dari posisi juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf.

NASIONAL

Selasa, 18 Sep 2018 21:40 WIB

Astri Yuanasari, Dian Kurniati, May Rahmadi
Author

Astri Yuanasari, Dian Kurniati, May Rahmadi

Juru Bicara Kepresidenan, Johan Budi Sapto Pribowo. (Foto: Setkab.go.id)

KBR, Jakarta - Politikus PDI Perjuangan Johan Budi memutuskan mundur dari posisi juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Ia beralasan, ingin fokus pada pencalonan sebagai anggota legislatif Pemilu 2019. Sembari, tetap mengemban tugas sebagai juru bicara kepresidenan.

"Saya harus memilih untuk fokus ke mana. Karena itu, saya memilih fokus pencalegan," kata Johan di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (18/9/2018). Ia menyadari keberadaannya di tim inti kampanye bakal membuat waktunya banyak tersita untuk kampanye pemenangan Jokowi-Ma'ruf.

Alasan lain, Johan khawatir keterlibatannya di tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf akan memunculkan konflik kepentingan. Mengingat, ia juga menjabat staf khusus bidang komunikasi presiden.

"Tentu ada benturan kepentingan, kalau saya masih staf khusus presiden, sementara saya juga juru bicara tim kampanye nasional. Karena itu, saya setelah berdiskusi dengan istana juga, saya memastikan untuk tidak di TKN."

Ia menganggap, pilihan keluar dari TKN sudah tepat. Apalagi, keputusannya itu juga diamini sejumlah pihak yang terlibat TKN. Salah satunya Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto.

"Saya lapor ke Dewan Pengurus Partai. Saya lapor ke mas Hasto. Saya sampaikan juga ke Istana, dan oke," kata Johan.

Baca juga:

Sementara Sekjen Partai Nasdem sekaligus Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Johnny G Plate menghargai keputusan dan pilihan prioritas Johan. Menurutnya lebih baik mundur dibanding tetap bergabung dalam tim namun minim kontribusi.

"Hal-hal seperti begitu yang baik, jangan sampai nanti ada hanya sekedar nama, tapi secara operasionalnya, kegiatannya tidak bisa dilakukan," kata Johnny di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (18/9/2018).

Kendati begitu, menurutnya untuk sementara ini belum perlu mencari pengganti posisi Johan. Sebab kata dia, jumlah juru bicara timses yang kini ada, masih cukup.

"Saat ini ada tim juru bicara ya, yang semuanya qualified. Sementara belum perlu untuk ditambah, nanti pada saatnya kalai memang itu dibutuhkan, kami tinggal menambah."

Johan Budi Sapto Pribowo mencalonkan sebagai calong anggota legislatif untuk Daerah Pemilihan Jawa Timur VII. Meliputi Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Magetan, dan Trenggalek. Kini bekas juru bicara juga Plt Pimpinan KPK itu masih menyiapkan strategi kampanye dan pemenangan, sambil menunggu penetapan daftar caleg tetap oleh KPU.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.