Share This

Presiden Korea Selatan: Era Tanpa Perang Telah Dimulai

Korea Selatan dan Korea Utara sepakat untuk lebih berdamai dengan menandatangani perjanjian militer untuk menghilangkan ancaman konflik di Semenanjung Korea.

INTERNASIONAL

Rabu, 19 Sep 2018 12:03 WIB

Pricilia Indah Pratiwi
Author

Pricilia Indah Pratiwi

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in. (Foto: korea.net/Wikimedia/CC-BY-SA 2.0)

KBR - Korea Selatan dan Korea Utara sepakat mengambil langkah lebih dekat ke perdamaian dengan menandatangani perjanjian militer untuk menghilangkan ancaman konflik di Semenanjung Korea.

"Era tidak ada perang telah dimulai," kata Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada konferensi pers bersama dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Pyong yang dilansir dari CNN (19/9/2018).

"Hari ini Utara dan Selatan memutuskan untuk menghapus semua ancaman dari seluruh Semenanjung Korea," kata Moon.

Sebagai bagian dari perjanjian, Moon mengatakan, Korea Utara berkomitmen untuk menutup secara permanen pengujian rudal mesin Dongchang-ri dan peluncuran rudal dengan pengawasan para ahli yang relevan.

Pyongyang juga setuju untuk menghancurkan situs nuklir Yongbyon, yang diyakini digunakan untuk produksi bahan fisil untuk senjata nuklir. Hal itu bisa terjadi jika Amerika Serikat mengambil langkah yang sesuai.

"Hubungan kami akan terus tidak berubah dan saya berharap diskusi dengan Korea Utara dan Amerika Serikat akan dimulai sekali lagi," kata Moon.

Keduanya terus menunjukkan kepercayaan mereka terhadap satu sama lain dan saya berharap akan ada KTT lain antara kedua negara secepat mungkin," tambahnya.

Pernyataan ini disampaikan di hari kedua KTT Korea Selatan dan Korea Utara.

"Dunia akan melihat bagaimana negara yang terbagi ini akan mewujudkan masa depan baru sendiri," kata Kim.

Setelah Moon, Kim, dan menteri pertahanan kedua negara menandatangani perjanjian, Kim berjanji akan mengunjungi Seoul dalam waktu dekat. Sebagai informasi, tidak ada pemimpin Korea Utara yang pernah mengunjungi ibukota Korea Selatan.

Moon mengatakan kunjungan itu belum pernah terjadi sebelumnya dan akan memberikan titik balik bagi kedua Korea.

Moon juga mengumumkan dia dan Kim Jong Un akan mengajukan tawaran untuk menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas 2032.

Sebelum berkunjung ke Pyongyang, Moon dan jajaran pemerintahannya mengatakan bahwa tujuan dari kunjungan ini adalah untuk membangun perdamaian abadi di Semenanjung Korea.

"Apa yang ingin saya capai adalah perdamaian. Bukan perubahan tentatif yang dapat berubah-ubah tergantung pada situasi internasional, tetapi perdamaian yang tidak dapat diubah, permanen, dan tak tergoyahkan, terlepas dari apa yang mungkin terjadi di arena global," kata Moon di Twitter menjelang keberangkatannya. Sumber: CNN.com 

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.