Share This

Ombak Tinggi Hantam Perairan Aceh

Ombak tinggi terjadi di Kota Banda Aceh, Aceh Besar, Sabang, Sigli, dan Pidie.

NUSANTARA

Minggu, 24 Sep 2017 18:29 WIB

Erwin Jalaludin
Author

Erwin Jalaludin

Ilustasi ombak tinggi. Foto: Erwin Jalaludin

KBR, Aceh – Gelombang setinggi 3 meter dengan kecepatan 30-60 Kilometer/jam menghantam lima kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Kelima wilayah tersebut adalah Kota Banda Aceh, Aceh Besar, Sabang, Sigli, dan Pidie.

Kepala Seksi Data Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kelas I Sultan Iskandar Muda, Zakaria mengatakan, ancaman badai angin kencang itu diprediksi akan berlangsung selama 3 hari kedepan.

"Angin kencang ini disebabkan adanya tekanan udara di wilayah negara Thailand, sehingga masa udara itu bertiup ke arah Selat Samudera Hindia. Oleh karena itu dengan sendirinya menimbulkan ombak besar, yang berbahaya sekali, ” kata Zakaria kepada KBR, Minggu (24/9).

Ia mengimbau masyarakat, khususnya nelayan untuk berhati-hati dalam menghadapi ombak tinggi. Salah satunya yaitu dengan membawa pelampung dan alat komunikasi saat pergi melaut.

Zakaria juga meminta masyarakat untuk mewaspadai ancaman hujan deras yang disertai angin kencang yang berpotensi menimbulkan banjir di permukiman penduduk.

Editor: Sasmito

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.