Konflik Papua, Jokowi Larang Aparat Bertindak Represif

"Beliau juga minta dengan sangat agar masyarakat dilindungi. Masyarakat yang tidak bersalah, masyarakat yang tidak tahu masalah. Ini jangan sampai menjadi korban," kata Wiranto

BERITA | BERITA | NASIONAL

Jumat, 30 Agus 2019 22:13 WIB

Author

Dian Kurniati

Konflik Papua, Jokowi Larang Aparat Bertindak Represif

Menkopolhukam Wiranto (kiri) bersama Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kanan) menyampaikan keterangan usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo terkait Papua dan Papua Barat di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (30/8/2019). ANTARA FOTO/Puspa Perwi

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo memerintahkan agar aparat, baik dari kepolisian maupun TNI tak represif terhadap warga yang berdemonstrasi di Papua dan Papua Barat. Hal itu dikatakan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, usai rapat terbatas di Istana Merdeka.
Jokowi, kata Wiranto, menyatakan tak ingin mendengar ada korban yang berjatuhan lagi akibat konflik di Papua tersebut.

"Beliau juga minta dengan sangat agar masyarakat dilindungi. Masyarakat yang tidak bersalah, masyarakat yang tidak tahu masalah. Ini jangan sampai menjadi korban dalam aksi-aksi demo yang anakis. Artinya, beliau tidak ingin ada korban. Bahkan pada aparat keamanan pun, beliau sampaikan berulang-ulang, jangan lakukan tindakan represif," kata Wiranto di kantor presiden, Jumat (30/08).

Jokowi juga memerintahkan agar aparat menjaga obyek-obyek vital negara agar tak banyak fasilitas publik yang rusak. Menurut Wiranto, presiden telah mengetahui beberapa kantor dan fasilitas publik  dirusak massa.

Merespon rusaknya sejumlah fasilitas publik, Jokowi memerintahkan para menterinya memperbaiki fasilitas publik tersebut, agar aktivitas masyarakat kembali normal.

Wiranto menambahkan, presiden juga meminta penyelesaian konflik di Papua dan Papua Barat menggunakan pendekatan persuasif dan kompromis. Menurut Jokowi, pendekatan tersebut akan menghindari lebih banyak korban berjatuhan.

Sementara itu, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) mencatat kerusuhan di Deiyai (28/9) telah menewaskan enam warga sipil dan satu kritis karena luka tembak serta belasan pendemo dikabarkan terluka.

Namun, pihak TNI-Polri menyebut laporan itu hoaks belaka.  Menurut aparat, hanya ada tiga korban tewas. satu aparat TNI dan dua merupakan sipil. Dan tewasnya warga sipil bukan karena tindakan aparat, melainkan karena terkena panah yang dilontarkan massa pendemo sendiri.


Editor: Ardhi Rosyadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Polisi Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Beraksi Sendiri

Pemulihan Gambut Pasca Kebakaran

Kabar Baru Jam 15

Soal Portal Aduan ASN Radikal