Bagikan:

Bintik Hitam dan Kulit yang Mengalami Penuaan

BERITA

Jumat, 30 Agus 2013 14:14 WIB

Bintik Hitam dan Kulit yang Mengalami Penuaan

bintik hitam, kulit, sunblock, penuaan

“Dokter, saya mempunyai bintik coklat kehitaman di sekitar leher, bahu, sampai ke dada. Bintik tersebut tidak menonjol. Saya kira karena saya terlalu banyak memakai bedak gatal. Tetapi, apakah karena faktor usia? Lalu bagaimana pencegahannya?”
(Titin, 52 tahun)

Apakah anda mempunyai pertanyaan yang sama dengan Bu Titin? Dr. Danang Triwahyudi, seorang dokter kulit di Rumah Sakit Dharmais akan mencoba menjawabnya untuk anda.

“Pertama-tama, kita harus mengenali dulu jenis – jenis dari bintik hitam. Ada yang disebut sebagai lentigo (karena faktor usia), melasma (disebabkan oleh matahari, penggunaan kosmetik berwarna, atau pil KB), keratoseborrheic (bintik kecil menimbul yang disebabkan oleh faktor usia), mole nevus (tahi lalat), dan freckles (terjadi pada orang kulit putih di usia muda),” kata Dr.Danang.

Nah, pria atau wanita yang menginjak umur 40 tahun biasanya mengeluh akan bintik. Seperti bu Titin, bintik tersebut biasanya berwarna coklat kehitaman, rata atau tidak menonjol, dan tidak menimbulkan efek gatal dan semacamnya. Apa penyebab munculnya bintik?

Menurut Dr.Danang, bintik hitam dapat muncul karena faktor-faktor berikut:

1.    Usia. Baik lentigo atau melasma, keduanya muncul di usia 40 tahun. Bintik yang biasa disebut bintik usia itu merupakan pertanda kulit mengalami penuaan, seperti kehilangan kelembaban dan kekenyalan. Hal itu tidak hanya terjadi di wajah saja, tetapi bisa juga terjadi di bahu, lengan, atau punggung. Bentuk, ukuran, dan warnanya juga bisa bervariasi.

2.    Sinar matahari atau ultraviolet.  Kulit yang seringkali tidak terlindung dari sinar ultraviolet matahari, rentan mendapatkan bintik-bintik di tubuhnya.

3.    Bahan kimia. Obat-obatan seperti pil KB dan kosmetik dapat menyebabkan munculnya bintik hitam. Pil KB yang mempengaruhi hormonal tubuh kita dapat menimbulkan melasma. Mengapa kosmetik yang mengandung pewarna dapat menimbulkan bintik? Karena warna dari kosmetik dapat menyerap sinar UV. Jika tanpa perlindungan terlebih dahulu, hal itu akan berakibat buruk pada kulit.

4.    Keturunan. Jika ada orang tua yang mempunyai bintik hitam, kemungkinan anak akan mempunyai bintik yang sama menjadi lebih tinggi. Tapi tidak perlu dikhawatirkan, bintik yang ada biasanya jinak, baik yang timbul maupun yang rata. Namun perlu diwaspadai jika timbul rasa gatal, berubah warna, atau berdarah. Bila begitu, disarankan untuk segera cek ke dokter untuk dideteksi dan mencegah timbulnya kanker.

Kalau anda bertanya, apakah stress dan makanan dapat mempengaruhi munculnya bintik? Dr. Danang mengatakan sejauh yang ia ketahui hal-hal itu tidak mempengaruhi munculnya bintik.

Lalu, pencegahan seperti apa yang dapat kita lakukan untuk tindakan preventif akan bintik?

1.    Tabir Surya atau Sunblock. Sunblock menjadi sangat penting jika berhadapan dengan sinar matahari. Dengan paparan sinar matahari yang semakin hari semakin menyengat, sunblock bisa dijadikan pencegahan untuk menghindari munculnya bintik, baik pada muka maupun tubuh. Sebaiknya, pakai sunblock terlebh dahulu baru memakai kosmetik.

2.    Vit. C & Whitening agent. Beruntunglah orang Indonesia yang berkulit gelap, sebab sudah dibekali dengan melanin yang banyak sehingga jarang timbul lentigo. Tetapi, Melasma itu rawan di kulit yang gelap, dan bisa dihindari dengan penggunaan krim pemutih. Konsumsi vitamin C juga dapat mengurangi adanya bintik.

3.    Anti Aging. Penggunaan krim yang mengandung anti aging dapat menghindari bintik-bintik. Anti aging tidak hanya berupa krim, tetapi ada juga berbentuk lotion dan spray. Tergantung kebutuhan dan kesesuaian pada kulit.

4.    Stop pemakaian pil KB. Hindari pemakaian pil KB dan beralihlah dengan metode KB yang lain.

Namun demikian, jangan remehkan bintik kalau sudah ada ciri berbahaya, karena bisa jadi bintik itu adalah tanda-tanda kanker kulit. Tanda-tanda bisa disemua usia, tapi biasanya di usia sekitar 30-40 tahun. Jika bintik berubah warna, bentuknya semakin meluas atau melebar, dan mudah berdarah atau luka, anda harus segera cek ke dokter. Sebab sel kulit telah berubah dan menjadi ganas. Ia bisa semakin dalam dan menyebar.

Para dokter sudah mempunyai alat yang mudah mendeteksi hal itu, bernama dermoskopi. Alat ini dapat mendeteksi apakah bintik tersebut harus dibuang atau tidak. Kalau jenis bintik keratoseborrheic, harus dihilangkan dengan laser sebab dikhawatirkan bekasnya dapat menjadi kanker jika tidak ditangani dengan benar.

Editor: Doddy Rosadi

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Episode 5: Gen Z: Si Agen Perubahan Penentu Masa Depan

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending