Share This

Begini Respons Presiden Atas Kemenangan Lalu Muhammad Zohri

"(Atlet) itu nanti modal kemenangan seperti ini untuk Asian Games."

BERITA , NASIONAL

Kamis, 12 Jul 2018 22:34 WIB

Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi (kiri), Kepala Bekraf Triawan Munaf (kedua kiri), Mensesneg Pratikno (kedua kanan) dan Ketua Inasgoc Erick Thohir (kanan) saat meninjau Stadion Madya di Kompleks SUGBK Senay

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengapresiasi kemenangan pelari muda Indonesia, Lalu Muhammad Zohri, pada Kejuaraan Dunia Atletik U-20. Menurutnya, Zohri sudah membanggakan Indonesia dengan prestasinya tersebut 

"Tentu saja kita bangga ada anak bangsa yang bisa menjadi juara. Saya kira tidak saya saja, tapi seluruh rakyat Indonesia," ujar Jokowi di Tangerang, Kamis (12/7/2018).

Dalam ajang atletik yang digelar di Finlandia, Zohri berhasil mencapai garis finish dengan catatan waktu 10,18 detik. Dia mengalahkan dua pelari dari Amerika Serikat dengan selisih tipis. 

Jokowi mengungkapkan kemenangan Zohri ini bisa jadi modal bagi Indonesia menghadapi pertandingan Asian Games bulan Agustus mendatang. 

"(Atlet) itu nanti modal kemenangan seperti ini untuk Asian Games."

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.