Ex Kepala BNPT: Pengganti Santoso Dipilih yang Paling Sadis

"Ini orang-orang yang pernah melakukan mutilasi kepada tiga siswi SMK di Poso di 2005-2006," kata Ansyaad Mbai.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 19 Jul 2016 19:55 WIB

Author

Wydia Angga

Ex Kepala BNPT: Pengganti Santoso Dipilih yang Paling Sadis

Bekas Kepala BNPT Ansyaad Mbaai. (Foto: bnpt.go.id)



KBR, Jakarta - Pengamat terorisme Ansyaad Mbai menyebut adanya kemungkinan Ali Kalora atau Basri menjadi pengganti Santoso untuk memimpin kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso Sulawesi Tengah.

Menurut Ansyaad, pengganti Santoso yang bakal dipilih adalah sosok yang dianggap paling berani dan sadis.

"Kemungkinan orang-orang yang bisa menggantika Santoso itu Ali Kalora atau Basri. Ini orang-orang yang pernah melakukan mutilasi kepada tiga siswi SMK di Poso di 2005-2006," kata Ansyaad Mbai kepada KBR, Selasa (19/7/2016).

Berapa lama persiapan pengganti Santoso?

"Persiapan itu relatif. Bagi mereka itu siapa yang disiapkan lebih karena secara alami saja, dilihat siapa yang paling nekad, siapa paling berani, paling sadis. Dialah yang jadi pimpinan," kata bekas Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) itu.

Ansyaad Mbai menambahkan, jaringan Santoso menjadi lemah ketika ditinggalkan pimpinannya. Akan tetapi, menurut Ansyaad, penggantinya berpotensi untuk membesarkan kelompok ini lagi. Karena itu, Ansyaad berpendapat, Operasi Tinombala harus dilakukan dengan tuntas.

"Yang jelas ketika Santoso mati, kekuatan mereka turun drastis. Tapi bukan berarti itu berhenti sama sekali. Itu kita sudah melihat realitas selama ini, satu mati, satu ditanggap muncul yang lain," kata Ansyaad.

Pasukan gabungan TNI-Polri yang tergabung dalam Tim Satgas Operasi Tinombala kembali terlibat baku tembak dengan kelompok Santoso pada Senin (18/7/2016). Dua orang tewas, dan sejumlah orang melarikan diri.

Kapolri Tito Karnavian sudah memastikan salah satu korban tewas adalah Santoso alias Abu Wardah, pemimpin MIT yang selama ini buron. Kepastian itu didasarkan pemeriksaan sidik jari dan ciri-ciri fisik jenazah.

Baca: Lewat Sidik Jari, Santoso Dipastikan Tewas

Sementara jenazah lain diyakini sebagai Muchtar, anak buah Santoso dari Palu.

Namun Mabes Polri masih melakukan tes DNA untuk memastikan 100 persen jenazah itu adalah Santoso.

Juru bicara Polri, Boy Rafki Amar mengatakan, jika hasil identifikasi jenazah terbukti Santoso, Polri menduga Basri atau Ali Kalora akan menggatikan posisi Santoso memimpin MIT.

Baca: Ini Calon Penerus Santoso di Kelompok MIT Poso

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme