Bagikan:

Konstruksi Jalan Pantura Belum Berubah Sejak Zaman Belanda

KBR68H, Jakarta - Konstruksi jalan di jalur Pantura dengan menggunakan sistem betonisasi dianggap tidak akan efektif untuk menahan beban kendaraan yang lewat.

BERITA

Jumat, 26 Jul 2013 11:50 WIB

Author

Doddy Rosadi

Konstruksi Jalan Pantura Belum Berubah Sejak Zaman Belanda

konstruksi, jalan pantura, peninggalan belanda, mudik lebaran

KBR68H, Jakarta - Konstruksi jalan di jalur Pantura dengan menggunakan sistem betonisasi dianggap tidak akan efektif untuk menahan beban kendaraan yang lewat. Kalau hal ini dipertahankan maka jalan akan kembali rusak.

“Pemerintah seharusnya menerapkan sistem sarang laba-laba dalam kerangka jalan, untuk konstruksi jalan di Pantura. Meski lebih mahal dengan sistem tersebut kemampuan jalan dapat menahan  beban hingga 50-100 ton dan juga tahan hingga puluhan tahun,”kata pakar konstruksi Ryantori.

Simak perbincangan penyiar KBR68H Novri Lifinus dan Sutami dengan Ryantori tentang buruknya jalan di Pantura dalam program Sarapan Pagi

Jalur Pantura ini perbaikan terus menerus dilakukan. Apa sebenarnya masalah terbesar di Pantura?

Menurut saya masalah terbesar ada di mindset. Ada beberapa mindset yang perlu kita kembangkan, satu pola pikir bahwa konstruksi jalan itu harusnya selalu satu langkah di depan perkembangan teknologi kendaraan. Yang terjadi sekarang konstruksi jalan itu keteteran sepuluh langkah di belakang perkembangan kendaraan. Maksudnya di Pantura itu masih banyak rambu-rambu tekanan kendaraan 8 ton adalah batas maksimal, padahal beban kendaraan sekarang sudah gila-gilaan truk ada yang di atas 100 ton beratnya, rata-rata di atas 15-20 ton. Kalau jalannya hanya mampu 8 ton dilewati 15-20 ton ya hancur. Jadi harusnya desain jalan itu selalu satu langkah di depan, misalnya kalau sekarang tekanan berat kendaraan sudah 20 ton ya jalannya sudah harus siap untuk 50 ton.

Kalau selama ini yang anda perhatikan langkah-langkah dari Kementerian PU itu apakah efektif?

Kalau kita terus menerus memperbaiki dengan cara yang sama setengah tahun lagi hancur diperbaiki dengan cara yang sama ya sama saja. Jadi harus ada perubahan konstruksi, Jalan Pantura ini masih sama dengan konstruksi zaman Belanda dulu.

Tapi di beberapa ruas kabarnya sudah ada betonisasi ya?

Sekarang sudah mulai.

Langkah betonisasi tadi cukup untuk menangkal beban yang sudah berlebih ini?

Masih tidak cukup. Diganti sistemnya, kalau saya ganti pakai konstruksi laba-laba saya bisa desain itu 50-100 ton, efektifitas dan kemampuannya jauh lebih efektif sarang laba-laba.

Lebih cepat pembangunannya dengan sarang laba-laba?

Kita harus bicara dalam bahasa yang sama. Banyak orang berpikirnya mungkin karena salah di dalam penyusunan anggaran, selalu pusing di initial cost saja, padahal ada maintenance cost. Anak kecil pun tahu kalau harga satu konstruksi misalnya per meter persegi 100x100 tapi tiap tahun membutuhkan 30-40 terus menerus. Mending kita pakai satu konstruksi yang 160-170 initial cost-nya tapi berikutnya nol, bisa tahan 10-20 tahun.
 
Tapi kalau dari segi kecepatan untuk memperbaikinya bagaimana? butuh waktu lama?

Waktu sama, bisa cepat juga. dan bisa menimbulkan banyak sekali lapangan pekerjaan di lapangan

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 7

Badai PHK dan Tingginya Pengangguran

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Desakan Bikin Layanan Konsultasi Psikologi di Kampus

Most Popular / Trending