Pemeriksaan Spesimen Covid-19 Meningkat, Labkesda DKI Butuh Tambahan SDM dan Reagen

"Kendala yang sangat dirasakan saat ini adalah ketersediaan dari reagen dan bahan habis pakai itu sudah sangat minim di pasaran. "

BERITA | NASIONAL

Kamis, 18 Jun 2020 07:00 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Pemeriksaan Spesimen Covid-19 Meningkat, Labkesda DKI Butuh Tambahan SDM dan Reagen

Tim dokter sedang bekerja di laboratorium PCR di RSUD Doris Sylvanus Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Rabu (6/5/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta-  Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) DKI Jakarta membutuhkan tambahan sumber daya manusia (SDM) untuk pemeriksaan spesimen Covid-19 yang berasal dari Ibu Kota. Kepala Labkesda DKI Endra Muryanto mengatakan, saat ini dengan jumlah SDM sekitar 25 orang, mampu memeriksa sekitar seribuan sampel dalam sehari. Proses sampel dari mulai masuk laboratorium hingga keluar hasil membutuhkan waktu 1-2 hari.

Kata dia, di masa transisi ini, terjadi penambahan pemeriksaan sampel.

"Kalau selama ini memang untuk mempercepat dengan kapasitas itu tentunya adalah dengan penambahan berbagai sumber daya, tidak hanya dari sarana lab, tapi juga peralatannya juga, begitu juga dengan SDM-nya. Dan juga kendala yang sangat dirasakan saat ini adalah ketersediaan dari reagen dan bahan habis pakai itu sudah sangat minim di pasaran. Dan kita harus cepat mengeksekusi karena berebut tidak hanya di Indonesia, tetapi di negara luar sana juga informasinya untuk pembelian itu berebut," kata Endra saat dihubungi, Rabu (17/6/2020).

Kepala Labkesda DKI Endra Muryanto menambahkan, pemeriksaan spesimen mengalami peningkatan pada beberapa minggu terakhir. Pada Maret hingga April, jumlah spesimen yang diperiksa per hari hanya berkisar 100-an. Kini, sampel yang masuk per hari sudah mencapai 1.000-an.

Untuk reagen, Labkesda DKI mengajukan kepada Litbangkes per bulan sekitar 30 ribuan. Ketika reagen tersebut habis, beberapa kali Litbangkes mendapat bantuan tambahan reagen dari Litbangkes dan BNPB namun dalam jumlah yang terbatas.

Kata Endra, kini Labkesda  mulai menambah pengajuan reagen ke Litbangkes menjadi 60 ribuan per bulan. Itu dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan sampel yang masuk.

"Iya betul, memang itu kita persiapkan untuk di bulan ini sampel yang memang akan meningkat," tambahnya. 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Eazy Passport, Solusi Ditjen Imigrasi di Masa Pandemi

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17